Selasa, 22 Desember 2015

[MSI: Master Segala Ilmu]

Ibumu sarjana Apa?
Ibuku punya gelarnya MSi: Master Segala ilmu.

Tak terbayang bukan, menjadi ibu yg baik itu hrs banyak belajar & terus belajar. Long life education.

1. Ibu hrs belajar Akuntansi, agar bisa mengurus pendapatan keluarga dan mengelolanya utk kebutuhan RT, tabungan serta menata pemasukan &pengeluaran yg seimbang.

2. Ibu hrs belajar Tata Boga, chef, atau perhotelan,belajar mengatur masakan keluarga dgn kreatif supaya tdk bosan.

3. Ibu hrs belajar keguruan. 
Ia hrs menguasai ilmu yg diajarkan di sekolah dasar agar bisa mengajari anaknya bila kesulitan dgn PR nya.

4. Ibu hrs belajar Agama, karena ibu lah yg pertama kali mengenalkan anak pada Allah,membangun akhlak yg luhur serta iman yg kokoh.

5. Ibu hrs belajar Ilmu Gizi, agar bisa menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga, setiap hari.

6. Ibu hrs belajar Farmasi, agar dpt memberi pertolongan awal pd keluarga yg sakit. Sediakan obat2an ketika keadaan darurat.

7. Ibu hrs belajar Keperawatan, krn beliaulah yg merawat anak/suami  ketika sakit. Yg menyeka tubuhnya ketika tdk diperbolehkan mandi,mengganti kompres, Ibu adalah perawat yg handal.

8. Ibu hrs belajar ilmu Kesehatan, agar bisa menjaga asupan makanan, kebersihan melindungi anggota keluarga dari gigitan nyamuk.

9. Ibu hrs belajar Psikologi, agar bisa berkomunikasi dgn baik menghadapi anak2 di setiap jenjang usia juga sebagai teman curhat suami yg terbaik ketika suami alami masalah.

Seandainya ibu harus kuliah dulu butuh berapa lama?
Bisa jadi lebih dari 9 jurusan diatas. Subhanallah... Luar biasa seorang ibu, dgn multi talentanya, kesabarannya merawat, mendidik & menemani anak2.

“Seorang ibu bisa merawat 10 anak,  namun 10 anak belum tentu bisa merawat ibunya“

www.rumah-yatim.org

Senin, 21 Desember 2015

Pelajaran Berharga dari Mengantri

Ini salah satu aspek pendidikan dasar dlm Islam. 
Dunia barat menggunakannya Namun Indonésia belum..
                              
Seorang guru di Australia pernah berkata kepada saya

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Saya mengekspresikan keheranan saya, karena yang terjadi di negara kita kan justru sebaliknya.

Inilah jawabannya;

1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.

3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;” jawab guru kebangsaan Australia itu.

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..

4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk MENGATASI KEBOSANAN saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

6. Anak bisa BELAJAR BERSOSIALISASI menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

7. Anak BELAJAR TABAH dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia MENYEROBOT ANTRIAN dan HAK ORANG LAIN.

11. Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.

12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”

2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

3. Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.

4. Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.

5. dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.?

Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementerian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral. ?

Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini ?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia.

Yuk kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik,

Yuk kita mulai dari keluarga kita terlebih dahulu, ... mau ?

Salam syukur penuh berkah...

Sabtu, 19 Desember 2015

5 Resep Ampuh Dikejar Solusi

Inilah resep inti yang sering dilupakan tentang 5 Cara Ampuh agar Anda diuber solusi....

Bingung menemukan solusi? Kini saatnya biarkan Solusi yang menemukanmu...

Sahabatku Hafizhakumullah...

Dalam konsep HADO (Human Awareness Degree Optimization) diyakini bahwa ikhtiar kita pribadi tak kan mampu sedikitpun menggerakkan kita kepada solusi yang sebenarnya.

Lalu apakah penting kita berikhtiar maksimal menemukan solusi dari persoalan hidup kita?

Sahabatku, sejatinya Ikhtiar maksimal dilakukan bukanlah untuk menuju solusi, ikhtiar maksimal dilakukan bukanlah untuk menuhankan hasil, ikhtiar maksimal dilakukan bukanlah untuk menghadirkan ketenangan sejati, tapi ikhtiar maksimal dilakukan agar kita semakin merasakan dan meyakini kebesaran dan kemulyaan Allah subhaanahu wata'aalaa.

Perhatikanlah... Jika ikhtiar maksimal kita berhasil maka berpotensi Sombong dan Syirik, tapi jika ikhtiar maksimal kita gagal maka berpotensi Minder dan Putus asa. Why?

Apa sih intinya yang membuat ikhtiar maksimal kita malah jadi sia-sia di hadapan-Nya? Kenapa bisa sia-sia padahal sudah serius berusaha sesuai aturan-Nya?

Yaitu karena sebagian dari kita menganggap dan meyakini bahwa kita berbuat baik adalah hasil murni dari ide dan usaha kita. Hati kita berbisik dan meyakini : kalau saya tidak punya niat baik untuk berbuat sebaik mungkin maka pasti tidak akan terjadi berbagai kebaikan ini.

Padahal sisi lain kita sering berkata "Tiada kekuatan selain kekuatan Allah, laa hawla walaa quwwata illaa billaah", sehingga telah berbohonglah kita... Tidak selaras antara perasaan dan keyakinan...

Bahkan secara rutin kita pun sombong yang berusaha rendah hati dengan mengatakan : "Tugas kita sebagai makhluk berikhtiar secara maksimal, hasilnya kita tawakalkan kepada Allah, kalau hasilnya masih buruk itu karena Allah menghendaki Begitu, kita harus bersabar".

Sebuah kalimat populer yang berbahaya atas aqidah kita. Seolah-olah kita meyakini bahwa Allah berpeluang zalim kepada hamba-hamba-Nya dengan cara memberikan hasil yang buruk kepada Hamba-hamba-Nya yang telah berikhtiar maksimal. Pokoknya kita harus sabar dizalimi oleh Allah. Hmmm mungkin itulah perasaan sebagian makhluk yang merasa buntu dengan Ikhtiar terbaiknya.

Sahabatku, berdasarkan Q.S. Annisa ayat 78-79 maka dapat dimaknai dalam mindset HADO yaitu :

"Ketika kita berikhtiar maksimal berbuat baik, itu 100 persen karena kehendak Allah, karena rahmat-Nya, sehingga kita tak boleh sedikitpun meyakini bahwa kebaikan itu terjadi karena kehendak diri kita yang kuat".

Tapi...

"Ketika kita berbuat buruk dan keburukan itu pun menimpa kita maka kita harus tahu diri dan merasa rendah di hadapan Allah, lalu mengakui semua keburukan terjadi karena kesalahan kita. Ikhtiar buruk itu adalah ide murni kita yang harus segera dipertanggungjawabkan dengan taubat dan amal sholeh".

Lalu, bagaimana cara ampuh agar solusi berkenan menemukan kita?

Yakni dengan 5 langkah berikut ini :

1. Berdo'alah meminta rahmat dan pertolongan Allah. Ingatlah bahwa do'a yang penuh kepasrahan dan keyakinan adalah senjata utama orang yang beriman.

2. Sadari sepenuhnya bahwa sebenarnya solusi sudah ada, hanya saja masih terhalang dari pandangan kita karena kita terlalu banyak "merasa telah, sedang, dan akan selalu berikhtiar" dengan ciri/cara "banyak menganalisa dan khawatir" atas berbagai masalah kita.

3. Siapkan diri kita diperjalankan oleh Allah ke tempat yang sedang dituju oleh solusi yang kita butuhkan. Jangan sampai kita berjalan di jalan yang berbeda dengan solusi dari-Nya. Maka percayakan kepada Allah untuk memperjalankan Anda.

4. Bangun keyakinan dengan izin-Nya bahwa ketika Anda "berjalan" menuju Allah, maka solusi sedang "berlari" bahkan "terbang" menuju Anda.

5. Berikhtiar sebaik mungkin dengan keyakinan bahwa Allah lah yang sedang menggerakkan Anda. Jangan sedikit pun merasa bahwa Andalah yang sedang menggerakkan diri Anda. Ingatlah selalu bahwa tujuan Anda berikhtiar adalah untuk merasakan dan meyakini kebesaran dan kemulyaan Allah. Bukan malah sibuk mengeksiskan diri dengan membesarkan dan memulyakan diri sendiri.

Semoga Bermanfaat

www.jlebb.com

Jumat, 18 Desember 2015

[Inilah Yang Terbaik] - Kisah Inspiratif

Sebelum pulang kantor, sang suami telp istrinya, "Sayang, alhamdulillah, bonus akhir tahun dari perusahaan sudah turun, Rp. 150 juta." Dibalik telp, sang istri tentu saja mengungkapkan rasa syukurnya, "Alhamdulillah, semoga barokah ya mas". Sejak beberapa bulan yg lalu mereka sudah merencanakan beli mobil sederhana untuk keluarga kecilnya. Dan uang yg turun mereka rasa cukup pas sesuai budget.

Namun dalam perjalanan pulang, dia ditelp oleh ibunya di kampung, "Nak, kamu ada tabungan? Tadi ada orang datang ke rumah. Ternyata almarhum ayahmu punya hutang ke dia cukup besar, Rp. 50 juta." Tanpa pikir panjang, ia pun bilang ke ibunya, "Iya, Bu, insyaAllah ada." Dalam perjalanan pulang ia pun sambil berpikir, "Nggak apa-apa lah, masih cukup untuk beli mobil yg 100 jutaan. Mungkin ini lebih baik."

Ia pun melanjutkan perjalanan. Belum tiba di rumah, HP-nya kembali berdering. Seorang sahabat karibnya semasa SMA tiba-tiba menghubunginya sambil menangis. Sahabatnya itu sambil terbata mengabarkan bahwa anaknya harus segera operasi minggu ini. Banyak biaya yg tidak bisa dicover oleh asuransi kesehatan dari pemerintah. Tagihan dari rumah sakit Rp. 80 juta.

Ia pun berpikir sejenak. Uang bonusnya tinggal 100 juta. Jika ini diberikan kepada sahabatnya, maka tahun ini ia gagal membeli mobil impiannya. Tapi nuraninya mengetuk, "Berikan padanya. Mungkin kamu memang jalan Allah untuk menolong sahabatmu itu. Mungkin ini memang rezekinya yang datang melalui perantara dirimu." Ia pun menuruti panggilan nuraninya.

Setibanya di rumah, ia menemui istrinya dg wajah yg lesu. Sang istri bertanya, "Kenapa, mas? Ada masalah? Nggak seperti biasanya pulang kantor murung gini?" Sang suami mengambil napas panjang, "Tadi ibu di kampung telp, butuh 50 juta untuk bayar utang almarhum bapak. Nggak lama, sahabat abang juga telp, butuh 80 juta untuk operasi anaknya. Uang kita tinggal 20 juta. Maaf ya, tahun ini kita nggak jadi beli mobil dulu."

Sang istri pun tersenyum, "Aduh, mas, kirain ada masalah apaan. Mas, uang kita yg sebenarnya bukan yg 20 juta itu, tapi yg 130 juta. Uang yg kita infakkan kepada orang tua kita, kepada sahabat kita, itulah harta kita yg sesungguhnya. Yg akan kita bawa menghadap Allah, yg tidak mungkin bisa hilang jika kita ikhlas. Sedangkan yg 20 juta di rekening itu, masih belum jelas, benaran harta kita atau akan menjadi milik orang lain."

Sang istri pun memegang tangan suaminya, "Mas, insyaAllah ini yg terbaik. Bisa jadi jika kita beli mobil saat ini, jsutru menjadi keburukan bagi kita. Bisa jadi musibah besar justru datang ketika mobil itu hadir saat ini. Maka mari baik sangka kepada Allah, karena kita hanya tahu yg kita inginkan, sementara Allah-lah yg lebih tahu apa yg kita butuhkan."

Kawan, ada tiga pilihan hidup yg harus kita pilih dg sangat hati-hati. Yakni: pendidikan, pekerjaan, dan pendamping hidup. Bukan sekadar yg favorit kampusnya, tapi yg sesuai dg bidang yg ingin kita pelajari. Bukan sekadar yg gajinya besar, tapi yg sesuai dg passion yg ada pada diri. Bukan sekadar yg indah parasnya, tapi yg bisa menjadi penasehat, sahabat, serta perantara untuk mendekat pada Sang Pencipta.

Semoga Bermanfaat dan Menginspirasi..

😃😃😃

[Jangan Mengeluh]

Jangan mengeluh ::

Alkisah, ada seorang bangsawan kaya raya yang tinggal
di sebuah daerah padang rumput yang luas.

Suatu hari,
karena ternak yang dipunyainya semakin banyak, sang
bangsawan memilih 2 orang anak muda dari keluarga
yang miskin untuk dipekerjakan.

Yang berbadan tinggi
dan tegap dipekerjakan sebagai pengurus kuda.

Sedangkan yang berbadan kurus dan lebih kecil
dipekerjakan sebagai pengurus ternak kambingnya.

Setelah beberapa saat, si badan tegap dengan arogan
berkata kepada si badan kecil:

"Hai sobat. Aku lebih besar badannya dari badanmu.

Aku juga lebih tua darimu. Mulai besok, kita bertukar
tempat.

Aku memilih untuk mengurus kambing. Dan Kamu menggantikan aku mengurus kuda.

Awas kalau tidak mau! Dan awas ya, jangan laporkan masalah ini
ke tuan kita! Kalau kamu berani lapor atau menolak,
tahu sendiri akibatnya! Aku habisi badan kecilmu itu!"

Sore hari, dengan muka murung dan langkah gontai dia
pulang ke rumah.

Sesampai di rumah, melihat muka murung dan kegalauan anaknya, si ibu bertanya:

"Nak, ada apa?

Ada masalah apa?

Coba ceritakan ke ibu".

Dengan kasih sayang dan kelembutan, mereka
berbincang saat makan malam.

Si anak pun menceritakan peristiwa yang tadi terjadi.

Dengan bersungut-sungut si anak melanjutkan:

"Sungguh tidak adil kan, Bu. Dia mengancam dan
memaksa aku untuk mengurus kuda-kuda liar.

Dia yang
berbadan besar memilih mengurus kambing.

Badanku kecil begini, bagaimana aku bisa mengejar-ngejar kuda
yang begitu besar.

Aduuuh Bu...sungguh jelek nasibku."

Sambil menunduk lesu dia menghabiskan santap
malamnya.

Si ibu dengan senyum bijak berkata, "Nak. Semua
masalah pasti ada hikmahnya. Syukuri, hadapi, dan
terima dengan besar hati.

Tidak usah memusuhi dan
membenci temanmu itu.

Ibu percaya, semua kesulitan
yang akan kamu hadapi, jika kamu mampu belajar dan
kerja keras, pasti akan membuatmu menjadi kuat dan
bermanfaat untuk masa depanmu."

Sejak saat itu, si anak kurus itu dengan susah payah
setiap hari bergelut dengan pekerjaan mengurus kuda-
kuda yang bertubuh tegap, besar, dan masih liar.

Dia harus jatuh bangun mengejar mereka, kadang terkena
tendangan, bahkan pernah terinjak hingga terluka
parah.

Dari hari ke hari keahlian dan kemampuannya
menguasai kuda-kuda pun semakin membaik.

Tidak terasa, tubuhnya pun berkembang menjadi tinggi, tegap
dan perkasa.

Hingga suatu hari, terjadi pecah perang antarnegara. Kerajaan membutuhkan prajurit pasukan berkuda.

Dan si pemuda pun terpilih sebagai pemimpin pasukan
berkuda karena kepiawaiannya mengendalikan kuda-
kuda.

Di kemudian hari, si pemuda berhasil memimpin dan
memenangkan perang yang dipercayakan kepadanya
dan dikenal banyak orang karena kebesaran namanya.

Dia adalah pemimpin bangsa mongol yang tersohor,
bernama: Genghis Khan

Sahabat yang berbahagia,
Dalam putaran kehidupan sering kali kita dihadapkan
pada keadaan yang sepertinya membuat kita dirugikan,
menderita, dan kita pun tidak berdaya kecuali harus
menerimanya. Kalau kita larut dalam kekecewaan,
marah, emosi, pasti kita sendiri yang akan bertambah
menderita.

Lebih baik kita anggap ketidaknyamanan sebagai
latihan mental dan kesabaran.

Mari berjiwa besar
dengan tetap melakukan aktivitas yang positif, sehingga
sampai suatu nanti pasti perubahan lebih baik, lebih
luar biasa akan kita nikmati!

Semoga Bermanfaat...!

Benarkah Allah SWT tidak menghukum kita?

Benarkah Allah SWT tidak menghukum kita?

ﻗﺎﻝ ﺍﺣﺪ ﺍﻟﻄﻼﺏ ﻟﺸﻴﺨﻪ :
ﻛﻢ ﻧﻌﺼﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﻳﻌﺎﻗﺒﻨﺎ ..

Seorang santri bertanya kepada guru nya:

Berapa kali kita durhaka kepada Allah سبحانه وتعالى  dan Dia tidak menghukum kita?

ﻓﺮﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺸﻴﺦ :

Maka sang guru pun  menjawab:

ﻛﻢ ﻳﻌﺎﻗﺒﻚ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﻧﺖ ﻻ ﺗﺪﺭﻱ .. ﺃﻟﻢ ﻳﺴﻠﺒﻚ ﺣﻼﻭﺓ ﻣﻨﺎﺟﺎﺗﻪ .. ﻭﻣﺎ ﺍﺑﺘﻠﻲ ﺍﺣﺪ ﺑﻤﺼﻴﺒﺔ ﺃﻋﻈﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﻗﺴﻮﺓ ﻗﻠﺒﻪ ..

Berapa kali Allah SWT telah  menghukummu sedangkan kamu tidak mengetahuinya?

Bukankah ketika dihilangkan nya dari dirimu akan rasa ni'mat bermunajat kepada-Nya adalah merupakan sebuah hukuman?
Tidak ada cobaan yang lebih besar menimpa seseorang dari kerasnya hati...

ﺍﻥ ﺍﻋﻈﻢ ﻋﻘﺎﺏ ﻣﻤﻜﻦ ﺍﻥ ﺗﺘﻠﻘﺎﻩ ﻫﻮ ﻗﻠﺔ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﺍﻟﻰ ﺍﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺨﻴﺮ ..

Sesungguhnya hukuman yang paling besar dan mungkin kamu temui adalah sedikitnya taufik kepada perbuatan baik...

ﺍﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻻﻳﺎﻡ ﺩﻭﻥ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﻟﻠﻘﺮﺍﻥ ..

Bukankah telah berlalu nya hari-harimu tanpa bacaan Al Quran?  (itu adalah sebuah hukuman)

ﺍﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻄﻮﺍﻝ ﻭﺃﻧﺖ ﻣﺤﺮﻭﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ..

Bukankah telah berlalu malam malam yang panjang sedangkan engkau terhalang dari shalat malam?  (itu jg adalah sebuah hukuman)

ﺍﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﻣﻮﺍﺳﻢ ﺍﻟﺨﻴﺮ .. ﺭﻣﻀﺎﻥ .. ﺳﺖ ﺷﻮﺍﻝ .. ﻋﺸﺮ ﺫﻱ ﺍﻟﺤﺠﺔ .. ﺍﻟﺦ ﻭﻟﻢ ﺗﻮﻓﻖ ﺍﻟﻰ ﺍﺳﺘﻐﻼﻟﻬﺎ ﻛﻤﺎ ﻳﻨﺒﻐﻲ .. ﺍﻱ ﻋﻘﺎﺏ ﺍﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ؟

Bukankah telah berlalu musim-musim kebaikan, Ramadhan, enam hari syawwal, sepuluh hari dzulhijjah, dan lainnya..., sedangkan engkau tidak mendapatkan taufik untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya... hukuman manalagi yang lebih banyak dari ini...?

ﺍﻻ ﺗﺤﺲ ﺑﺜﻘﻞ ﺍﻟﻄﺎﻋﺎﺕ ..

Tidakkah engkau merasakan beratnya ketaatan?

ﺍﻻ ﺗﺤﺲ ﺑﻀﻌﻒ ﺍﻣﺎﻡ ﺍﻟﻬﻮﻯ ﻭﺍﻟﺸﻬﻮﺍﺕ ..

Tidakkah engkau merasa lemah dihadapan hawa nafsu dan syahwat?

ﺍﻟﻢ ﺗﺒﺘﻠﻰ ﺑﺤﺐ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻭﺍﻟﺠﺎﻩ ﻭﺍﻟﺸﻬﺮﻩ ..

Bukankah engkau diuji dengan cinta harta, kedudukan, dan popularitas..?

ﺃﻱ ﻋﻘﺎﺏ ﺍﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ..

Hukuman mana yang lebih banyak dari itu?

ﺍﻟﻢ ﺗﺴﻬﻞ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﻐﻴﺒﺔ ﻭﺍﻟﻨﻤﻴﻤﺔ ﻭﺍﻟﻜﺬﺏ ..

Bukankah engkau merasa ringan untuk berghibah, namimah dan dusta..?

ﺍﻟﻢ ﻳﺸﻐﻠﻚ ﺑﺎﻟﻔﻀﻮﻝ ﻭﺍﻟﺘﺪﺧﻞ ﻓﻴﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻚ ..

Bukankah engkau tersibukkan untuk campur tangan pada hal yang tidak bermanfaat untukmu..?

ﺍﻟﻢ ﻳﻨﺴﻴﻚ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﻭﻳﺠﻌﻞ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺍﻛﺒﺮ ﻫﻤﻚ ..

Bukankah akhirat dilupakan dan dunia dijadikan sebagai tujuan utama?

ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺨﺬﻻﻥ ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻻ ﺻﻮﺭ ﻣﻦ ﻋﻘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ..

Ini adalah tipuan,,, tidaklah itu semua kecuali bentuk hukuman dari Allah...

# ﺇﺣﺬﺭ ﻳﺎ ﺑﻨﻲ ﻓﺎﻥ ﺍﻫﻮﻥ ﻋﻘﺎﺏ ﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻣﺤﺴﻮﺳﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﺃﻭ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﺃﻭ ﺍﻟﺼﺤﺔ ..

Hati-hatilah anakku, sesungguhnya hukuman Allah yang paling ringan adalah yang terletak pada materi, harta, anak, kesehatan ...

ﻭﺍﻥ ﺍﻋﻈﻢ ﻋﻘﺎﺏ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻠﺐ ..

Sesungguhnya hukuman terbesar adalah yang ada pada hati...

ﻓﺎﺳﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﺎﻓﻴﺔ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﻟﺬﻧﺒﻚ ..

Maka, mintalah keselamatan kepada Allah, dan mintalah ampunan untuk dosamu...

ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻳﺤﺮﻡ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻟﻠﻄﺎﻋﺎﺕ ﺑﺴﺒﺐ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻳﺼﻴﺒﻪ

Sesungguhnya seorang hamba yang diharamkan taufik untuk melakukan ketaatan karena sebab dosa yang menimpanya....                         
Ternyata hukuman Allah yg terberat itu bukanlah  hanya ketika kita kehilangan materi, harta & jabatan, tetapi hukuman yg terberat dari Allah itu adalah ketika Allah SWT telah  menutup diri kita utk dapat berbuat dan melakukan kebaikan-kebaikan. 

       Semoga bermanfaat...

Allah Merahasiakan Masa Depan

[Allah Merahasiakan Masa Depan]

Allah merahasiakan masa depan, untuk menguji agar qta... Berprasangka baik, merencanakan dengan baik, berusaha yang terbaik serta bersabar dan bersyukur.

Bahkan Allah memerintahkan Qta agar mempersiapkan diri untuk masa depan, sebagaimana firmannya yang tertuang dalam Qur'an surat Al-Hasyr ayat 18, yg artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".

Sahabat... Mari senantiasa berbuat baik dan berusaha mencari cara untuk beristiqomah, karena kelak suatu saat kebaikan itulah yang akan menjadi pemberat timbangan dan menjadi sahabat karib di akhirat kelak. Yuuks...!

Broadcasted By: Rumah Yatim (Official)

www.rumah-yatim.org

Semua Tergantung Niat

[Semua Tergantung Niat]

Rasulullah Pernah Bersabda: "Sesungguhnya amal itu tergantung niat..." {Al-Hadits}

Sahabat Rumah Yatim yang dirahmati Allah, betapa besar peran niat dalam aktivitas muamalah, sehingga ia menjadi sebuah penentu diterima atau tidaknya amalan. Maka Rasul mengajarkan bahwa sebaik-baik niat hanyalah niat karena Allah semata, bukan karena yang lain.

Karena "Bersebab niat yang lurus dan ikhlas, amal yang kecil akan bernilai sangat besar. Sebaliknya karena salah niat, amal besar menjadi tak berguna"

Mari jumat ini Qta jadikan sebagai hari penghisaban diri atas amal yg dilakukan seminggu kemarin. Mari luruskan niat, sempurnakan Ikhtiar dan perkuat dengan Tawakal. Insya Allah... Aamiin

www.rumah-yatim.org

Kamis, 03 Desember 2015

Waktu Bagaikan Sungai


[Waktu Bagaikan Sungai]

Ingatlah...

"WAKTU bagaikan sungai.

Kamu tidak akan bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali.

Untuk itu...

Mari buat hidup kita lebih BERARTI...

Sahabat Yatim, mari terus berbuat baik untuk kehidupan lebih baik dan lebih berarti. Semoga Allah selalu memberikan Qta Taufik dan hidayah-Nya. Aamiin

Motivasi Dari Balon

Pada suatu acara seminar yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta.
Tiba2 sang Motivator berhenti berkata-kata & mulai memberikan balon kepada masing2 peserta. Dan kepada mereka masing2 diminta untuk menulis namanya di balon2 tsb dgn menggunakan spidol.

Kemudian semua balon dikumpulkan & dimasukkan ke dalam ruangan lain. Sekarang semua peserta disuruh masuk ke ruangan itu & diminta utk menemukan balon yg telah tertulis nama mereka, & diberi waktu hanya 5 menit Semua orang panik mencari nama mereka, bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang lain disekitarnya sehingga terjadi kekacauan.

Waktu 5 menit sudah usai, tdk ada seorangpun yang bisa menemukan balon mereka sendiri.

Lalu di waktu berikutnya Sang Motivator meminta kepada Peserta untuk secara acak mengambil sembarang balon & memberikannya kepada orang yang namanya tertulis di atasnya. Dalam beberapa menit semua orang punya balon dengan nama mereka sendiri.

Akhirnya sang Motivator berkata :

"Kejadian yg baru terjadi ini mirip dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri, mirip dengan mencari balon mereka sendiri, dan banyak yg gagal.

Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika mereka memberikan kebahagiaan kepada orang lain, mirip Dengan memberikan balon tadi kepada pemiliknya" Kebahagiaan kita terletak pada kebahagiaan orang lain. Beri kebahagiaan kepada orang lain, maka anda akan mendapatkan kebahagiaan anda sendiri...

Penutup:

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberikan wejangan:
"Barangsiapa yang membantu seseorang terlepas dari kesusahan didunia, niscaya Allah akan membantunya terlepas dari kesusahan dunia dan akhirat". (HR.Muslim).

7 Indikator Kebahagian di Dunia

1. QOLBUN SYAKIRUN

(hati yg selalu bersyukur). Artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.
(QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7)

2. AL-AZWAJU SHALIHAH

(pasangan hidup yang sholeh). Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan, suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula
(QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26)

3. AL-AULADUL ABRAR

(anak yg sholeh/sholehah).

Do'a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah.
(QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)

4. AL-BAIATU SHOLIHAH

(lingkungan yg kondusif untuk iman kita).
Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.
(QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2)

5. AL-MALUL HALAL

(harta yang halal).
Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
(QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155)

6. TAFAKUH FID-DIEN

(semangat untuk memahami agama). Dengan belajar ilmu agama, akan. semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
(QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269)

7. UMUR YANG BAROKAH.

Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225).

Semoga Bermanfaat...

[Bersedekah Dikala Sempit]


"Dan barangsiapa yang disempitkan rezekinya, maka bersedekahlah dari harta yang telah diberikan Allah kepadanya". {Qs. Ath-Thalaq: 7}

Mari Istiqomah dan tetap semangat bersedekah apalagi ini hari Jum'ah.. Semoga Allah membukakan pintu-pintu rezeki serta memberikan Berkah. Aamiin...

Selamat Beraktivitas...

#TiadaHariTanpaSantuniYatim #SemangatPagi
#LoveYatim #AlwaysShodaqoh

www.rumah-yatim.org

Selasa, 06 Oktober 2015

Santapan Pagi....

Mungkin kau tak tahu dimana rizkimu...
Tapi rizkimu tahu dimana dirimu...
Dari lautan biru, bumi dan gunung...
Allah memerintahkannya menujumu...
Allah menjamin rizkimu, sejak 4 bulan 10 hari kau dalam kandungan ibumu...

Amatlah keliru bila bertawakkal rizki, dimaknai dari hasil bekerja...
Karena bekerja adalah ibadah... sedang rizki itu urusanNya...

Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijaminNya...
Adalah kekeliruan berganda...

Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji...
Yang mungkin esok akan ditinggal mati...
Mereka lupa bahwa hakekat rizki bukan apa yang tertulis dalam angka...
Tapi apa yang telah dinikmatinya...

Rizki tak selalu terletak pada pekerjaan kita...
Allah menaruh sekehendakNya...

Diulang bolak balik 7x shafa dan marwa...
Tapi zamzam justru muncul dari kaki bayinya...
Ikhtiyar itu perbuatan...
Rizki itu kejutan...

Dan jangan lupa...
Tiap hakekat rizki akan ditanya...
"Darimana dan untuk apa"...
Karena rizki adalah "hak pakai"...
Halalnya dihisab...
Haramnya diadzab...

Maka, jangan kau iri pada rizki orang lain...
Bila kau iri pada rizkinya, kau juga harus iri pada takdir matinya...
Karena Allah membagi rizki, jodoh dan usia ummatnya...
Tanpa bisa tertukar satu dan lainnya...
Jadi yakinlah semua adalah atas kehendakNya...

Semoga bermanfaat

Selasa, 29 September 2015

"SAAT ANAK ATAU ADIKMU MAIN IPad, ANAK BOS GOOGLE DAN APPLE ASYIK MAIN TANAH DI SEKOLAH"

Di Indonesia, mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah salah satu muatan lokal yang umum ditemui. Banyak juga sekolah yang mengizinkan murid-muridnya membawa laptop untuk kepentingan mencatat atau browsing informasi saat di kelas.

Selesai sekolah, anak-anak ini pun bukannya pulang ke rumah untuk istirahat; mereka justru kembali akrab dengan iPad atau game konsol mereka dengan alasan refreshing setelah seharian belajar. Saking sudah umumnya, sebagian dari kita mungkin menganggap fenomena ini sah-sah saja.
Tapi tunggu! Mari sejenak jalan-jalan ke Silicon Valley, sebuah kawasan di Amerika dimana perusahaan-perusahaan teknologi top dunia berkantor. Di tempat ini terdapat fakta yang akan membuat kita berpikir ulang,

“Apakah keputusan mengenalkan komputer pada anak sejak usia dini itu tepat?”
Para petinggi Google, Apple, Yahoo, HP hingga eBay mengirim anak-anaknya ke sekolah yang sama sekali tak punya komputer. Petinggi perusahaan teknologi mengirim anak-anaknya ke sekolah tanpa komputer.

Ketika sekolah-sekolah lain memasukkan komputer dalam kurikulum dan berlomba membangun sekolah digital, Waldorf School of the Peninsula justru melakukan sebaliknya. Sekolah ini dengan sengaja menjauhkan anak-anak dari perangkat komputer.

Sekolah Waldorf justru fokus pada aktivitas fisik, kreativitas, dan kemampuan ketrampilan tangan para murid. Anak-anak tak diajarkan mengenal perangkat tablet atau laptop. Mereka biasa mencatat dengan kertas dan pulpen, menggunakan jarum rajut dan lem perekat ketika membuat prakarya, hingga bermain-main dengan tanah setelah selesai pelajaran olahraga.

Guru-guru di Waldorf percaya bahwa komputer justru akan menghambat kemampuan bergerak, berpikir kreatif, berinteraksi dengan manusia, hingga kepekaan dan kemampuan anak memperhatikan pelajaran.

Para petinggi di dunia IT ini membela keputusan sekolah Waldorf untuk tak memperkenalkan komputer ke anak-anak mereka metode belajar tanpa komputer justru mendapat kritikan.
Banyak yang menganggap bahwa kebijakan yang dibuat Waldorf itu keliru. Meski metode pembelajaran yang mereka gunakan sudah berusia lebih dari satu abad, perdebatan soal penggunaan komputer dalam proses belajar-mengajar masih terus berlanjut.

Menurut para pendidik dan orangtua murid di Sekolah Waldorf, sekolah dasar yang baik justru harus menghindarkan murid-muridnya dari komputer. Ini disetujui oleh Alan Eagle (50), yang menyekolahkan anaknya Andie di Waldorf School of the Peninsula:
“[Anak saya baik-baik saja, meskipun] tak tahu bagaimana caranya menggunakan Google. Anak saya yang lain, yang sekarang di kelas dua SMP, juga baru saja dikenalkan pada komputer,” tutur Eagle, yang bekerja untuk Google.

Eagle tak mempermasalahkan ironi antara statusnya sebagai staf ahli di Google dan kondisi anak-anaknya yang gaptek.

Tanpa perangkat komputer atau kabel, kelas-kelas di Waldorf punya tampilan klasik dengan papan tulis dan kapur warna-warni

Sekolah Waldorf tampil dengan gaya ruangan kelas yang klasik. Tak banyak perangkat elektronik, layar-layar komputer, atau kabel-kabel yang menghiasi ruangan. Berhias dinding-dinding kayu, kamu hanya akan menemukan papan tulis penuh coretan kapur warna-warni. Ada rak-rak penuh berbagai jenis ensiklopedia hingga meja-meja kayu dengan tumpukan buku-buku catatan dan pensil.
Andie yang duduk di kelas 5 mendapat pelajaran membuat kaos kaki. Ketrampilan merajut dipercaya membantu anak-anak belajar memahami pola dan hitungan. Menggunakan jarum dan benang bisa mengasah kemampuan memecahkan masalah dan belajar koordinasi. Saat pelajaran bahasa di kelas 2, anak-anak akan diajak berdiri melingkar. Mereka diminta mengulang kalimat yang diucapkan guru secara bergiliran. Gilirannya ditentukan dengan melempar penghapus atau bola. Ternyata, metode belajar ini bisa jadi salah satu cara untuk mensinkronkan tubuh dan otak.

Guru kelas Andie, Cathy Waheed, mengajarkan anak-anak mengenal pecahan dengan metode yang sangat sederhana. Yup, Waheed menggunakan buah apel, kue pai, atau roti yang dipotong-potong lalu dibagikan pada murid-muridnya.

“Saya yakin dengan cara ini mereka bisa lebih mudah mengenal hitungan pecahan,” ujar Waheed, yang merupakan lulusan Ilmu Komputer dan sempat bekerja sebagai teknisi

Menurut guru-guru Waldorf, mengajarkan siswa memakai komputer tak akan membuat mereka bertambah pintar. Sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa menjelaskan kaitan keduanya. belum ada fakta yang mengaitkan penggunaan komputer dan prestasi siswa.

Selain dari pengajar dan orang tua murid, para ahli pendidikan pun menegaskan:
“Penggunaan komputer di ruang kelas sebenarnya tidak ada alasan ilmiahnya. Sampai saat ini toh belum ada penelitian yang membuktikan bahwa keterampilan menggunakan komputer akan berpengaruh pada nilai tes atau prestasi mereka.”

Nah, apakah belajar hitungan pecahan dengan memotong apel atau merajut jauh lebih baik? Bagi Waldorf, pertanyaan ini sulit dibuktikan. Sebagai sekolah swasta, Waldorf tak berpedoman pada tes-tes dasar yang serupa dengan sekolah-sekolah lain. Mereka pun memang mengakui bahwa murid-muridnya tak akan dapat nilai setinggi anak-anak sekolah negeri jika diminta mengerjakan soal-soal tes umum. Bukan karena mereka bodoh, namun karena murid-murid Waldorf memang tak dijejali teori-teori matematika dasar sesuai kurikulum.

Namun, ketika diminta membuktikan efektivitas pendidikan di Waldorf, Association of Waldorf School di Amerika Utara menayangkan hasil penelitian yang tak main-main:

“94% siswa lulusan SMA Waldorf di Amerika Serikat di antara tahun 1994 sampai 2004 berhasil masuk di berbagai jurusan di kampus-kampus bergengsi seperti Oberlin, Berkeley, dan Vassar.”

Selain faktor minimnya teknologi, kualitas pengajar yang baik di Waldorf juga dinilai berpengaruh pada keberhasilan sekolah tersebut mengirim anak-anaknya ke universitas-universitas bergengsi di Amerika. Waldorf memang tak sembarangan dalam memilih guru. Selain berpendidikan tinggi, mereka harus memiliki jam terbang yang mumpuni. Wajar saja jika Waldorf kemudian berhasil mengembangkan anak didik mereka menjadi hebat dan berprestasi.

Kualitas inilah yang kemudian membuat para orangtua percaya pada metode pengajaran Waldorf. Salah satu orangtua tersebut adalah Pierre Laurent (50), pendiri startup yang sebelumnya bekerja di Intel dan Microsoft. Bahkan saking terkesannya dengan metode Waldorf, Monica Laurent, istri Pierre, bergabung menjadi guru di sekolah ini sejak tahun 2006.

Waldorf memegang filosofi bahwa belajar-mengajar bukan perkara sederhana. Ini tentang bagaimana seharusnya menjadi manusia.

Sebenarnya menurut Waldorf, memilih menggunakan teknologi komputer atau tidak bisa jadi sifatnya subyektif atau perkara pilihan. Terserah saja, menurut kebijakan sekolah masing-masing. Namun yang harus dicatat: ketika anak sudah dibiarkan lekat dengan komputer sejak dini, bisa saja ia akan ketergantungan dan sulit melepaskan gawai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Ann Flynn — petinggi National School Boards Association yang membawahi sekolah-sekolah negeri di Amerika — tetap bersikeras bahwa pelajaran komputer itu penting.

Sementara Paul Thomas, mantan guru dan profesor pendidikan yang sudah menulis lebih dari 12 buku tentang metode pendidikan publik, lebih setuju pada Waldorf. Baginya, pendekatan yang minim teknologi di dalam kelas justru sangat bermanfaat.

“Mengajar adalah pengalaman manusia. Teknologi justru bisa jadi gangguan ketika mengenal huruf dan angka, belajar hitungan, dan berpikir kritis, “ ungkap Thomas.

Keahlian di bidang IT adalah modal untuk bersaing di dunia kerja. Tapi, haruskah itu menjadi alasan untuk mengenalkan komputer pada anak sejak dini?

“Komputer itu sangat mudah. Kami di Google sengaja membuat perangkat yang ibaratnya bisa digunakan tanpa harus berpikir. Anak-anak toh tetap bisa mempelajari komputer sendiri jika usia mereka sudah dewasa.” – Alan Eagle.

Singkatnya, Eagle menjelaskan bahwa komputer itu mudah dan bisa dipelajari lewat kursus kilat sekalipun. Jadi buat apa “membunuh” kreativitas alami anak dengan memaksa mereka mempelajari komputer sejak dini?

Bukan berarti anak-anak di Waldorf dan Silicon Valley sama sekali tak melek teknologi. Siswa-siswa kelas V di Waldorf mengaku sering menghabiskan waktu mereka dengan menonton film di rumah. Seorang siswa yang ayahnya bekerja sebagai teknisi di Apple mengaku sering diminta mencoba game baru ciptaan sang ayah. Sementara seorang murid biasa berkutat dengan flight control system di akhir pekan bersama orang tuanya.

Justru anak-anak ini sudah mendapat pengetahuan teknologi dalam porsi yang pas, mengingat kebanyakan orangtua mereka adalah penggiat industri teknologi. Berkat didikan di Waldorf, anak-anak Silicon Valley mengaku tak nyaman saat melihat orang-orang di sekitarnya sibuk dengan gadget mereka.

“Aku lebih suka menulis dengan kertas dan pulpen. Ini membuatku bisa membandingkan tulisanku saat kelas I dengan yang sekarang. Kalau aku menulis di komputer ‘kan… gaya tulisannya sama semua. Dan kalau komputermu tiba-tiba rusak atau mendadak mati listrik, pekerjaanmu jadi tak selesai ‘kan?” ungkap Finn Heilig, yang ayahnya bekerja di Google.

Sekali lagi, metode pendidikan tanpa komputer bukannya bermaksud menutup akses anak untuk mengenal teknologi. Kelak, di usia tertentu mereka tetap punya kesempatan untuk mempelajarinya. Sementara di masa kanak-kanak, mereka berhak mendapat kesempatan menjadi sebenar-benarnya anak-anak.

Bagaimana nasib adik-adikmu atau anak-anakmu sendiri kelak? Apakah lebih baik mereka dikenalkan dengan gadget dan perangkat teknologi sejak dini, atau lebih baik menunggu sampai saat yang benar-benar tepat?

‪#‎RYLebihDekat‬ ‪#‎Pendidikan‬ ‪#‎Teknologi‬ ‪#‎Inspirasi‬ ‪#‎Anak‬

Sumber : http://goo.gl/wrwia5

Selasa, 15 September 2015

Belajar dari Supir Taxi



Suatu hari saya naik sebuah taxi menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar, ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami, Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tsb mengeluarkan kepalanya & memaki maki ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang tersebut. Saya sangat heran dgn sikapnya yang bersahabat.

Saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya ? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit?"

Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah". 

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. 

Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya & seringkali mereka membuangnya kepada anda. 

Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan hidup. Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.

Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

"Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menyikapinya..."

You Choose to be Happy or Grumpy !!

Hidup ini jangan diisi dengan penyesalan, maka kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang memperlakukan anda tidak benar

Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan. "Lets dancing in the rain..".. 

Jangan pernah menghakimi orang lain, 
Biarlah kita menjadi pribadi bijak & mencoba belajar mengerti orang lain. Selalu memilih utk melapangkan hati, bersyukur dan merasa bahagia, meski diterpa hujan badai..

Have a nice day teman2...

Follow Yuuk Instagram & line id kami : @rumahyatim

Rabu, 09 September 2015

Lokasi Update Rumah Yatim

Kantor Pusat
Jl. Terusan Jakarta No. 212 Antapani - Bandung. Telp. (022) 7217014

Bandung
1. Jl. Terusan Jakarta No. 241 Antapani - Bandung. Telp. (022) 7204316
2. Jl. BuahBatu No. 296 - Bandung. Telp. (022) 731 2027
3. Jl. Golf Timur No. 48 Arcamanik - Bandung. Telp. (022) 7205969
4. Jl. Cemara No. 23 Cipaganti - Bandung.Telp. (022) 2037235
5. Jl. Lodaya No. 91 - Bandung. Telp. (022) 7301182
6. Jl. Ir. H. Juanda No. 305 - Bandung. Telp. (022) 2505409
7. Jl. Ibrahim Aji No. 465 - Bandung. Telp. (022) 7305360
8. Venus raya No. 22 Margahayuraya - Bandung
9. Jl. Abdurrahman Saleh No. 56 - Bandung (022) 6013758
10. Jl. Sriwijaya No. 6 Karasak, Astana Anyar - Bandung

Jakarta
1. Jl. Kemang Timur No.63 - Jakarta Selatan Telp. (021)-717 95168
2. Jl. Rawasari Selatan No.28 - Jakarta pusat Telp. (021) 4256543
3. Jl. Karang Tengah No. 69 Cilandak - Jakarta Selatan Telp. (021) 7696044
4. Jl. Kolonel Sugiono no. 16a Duren Sawit - Jakarta Timur
5. Jl. Veteran No.57, Margajaya - Bekasi Selatan Telp. (021) 8842601
6. Jl. Terogong Raya No.7A RT.007/10 Cilandak Barat - Jakarta Selatan (021) 7500074
7. Jl. Kalibata Raya No.2 Rawa Jati Pancoran - Jakarta Selatan

Tangerang
1. Jl. Beringin Raya No. 94 TangerangTelp. (021) 5588663
2. Jl. RE. Martadinata No. 58 A Pamulang Tangerang. Telp. (021) 7424729
3. Jl. Kecubung Raya No. 6 Blok i6, Perum Harapan Kita Tangerang. Telp. (021) 55324210
4. Villa Regency Blok AD No. 2 Permata Tangerang Pasar Kemis
5. Jl. Cut Mutia II Blok FG2 No. 38 Bintaro, Tangerang Telp. (021) 7486 2929

Bandar Lampung
1. Jl. Sultan Agung No. 37 Kedaton 35141 Bandar Lampung, Telp. (0721)-781237
2. Jl. WolterMoginsidi No. 45 GotongRoyong Tanjung Karang Bandar Lampung. Tlp. (0721) 241790

Yogyakarta
1. Jl. Kaliurang KM. 9.2 Sleman Yogyakarta Telp. (0274) 8231000
2. Jl. Monjali No. 92 Sleman Yogyakarta. Telp. (0274) 6411194

Tegal
Jl. Werkudoro No. 207 Tegal. Telp. (0283) 340702

Surabaya
Jl. Dharmo Indah Timur No. EU 9, Surabaya, JawaTimur. Telp. (031) 731 3173

Makassar
Jl. Sultan Alauddin No. 108, Makassar, Sulawesi Selatan. Telp. (0411) 886278

Banjarmasin
Jl. MayjendSutoyo S No. 12 Banjarmasin Tengah. Telp. (0511) 335 3911

PekanBaru
Jl. Durian No. 13 Labuan Baru Timur Payung Sekakki PekanBaru. Telp (0761) 4879926

Medan
Jl. Setiabudi No. 101 Medan Telp. (061) 821 4283

Aceh
Jl. ResidenDanubroto No. 13 Lamlagang Banda Aceh Telp. (0651) 48453

NTB
Jl. Bung Hatta No. 25 Mataram NTB. Tlp. (0370) 633550

Bali
Jl. Imam Bonjol No. 99 C Banjar Batannyuh Denpasar Bali, Telp. (0361) 488686


Update Rekening Donasi Rumah Yatim

Salurkan Donasi Anda di rekening-rekening yang telah kami sediakan berikut ini :

Rekening Zakat
Bank BCA 7750.317.001
Bank Mandiri 13.0001.300.0115
Bank BNI 018.27.29.251

Rekening Infaq, Shodaqoh, Hibah
Bank BCA 7750.333.456
Bank Mandiri 13.0000.542.0198
Bank BNI 012.764.765.8
Bank Muamalat 1010.0377.15
Bank BRI 0337.01000.930.309

Rekening Wakaf
Bank BCA 7750.333.090
Bank Mandiri 13.000.5000.5050
Bank BNI 015.754.559.3
Bank Muamalat 101.00383.15

Rekening Qurban
Bank Mandiri 13.000.0077.7444

Rabu, 15 Juli 2015

Optimalisasi Pelayanan Zakat, Infaq & Shodaqoh

Assalamu'alaikum.Wr.Wb Dalam rangka "Optimalisasi Pelayanan bagi Masyarakat" maka: Perlu kami infokan bahwa sejak hari kemarin hingga malam Takbiran nanti. Kantor Cabang Rumah Yatim buka hingga pukul 24.00 di seluruh Cabang di 34 kantor layanan di Indonesia. Dan masih menerima Zakat, Infaq & Shodaqoh baik datang secara langsung atau pun via transfer secara realtime. Trims. Info Rumah Yatim Call/Sms/Whatsapp Center: 081221200900 www.rumah-yatim.org

Jumat, 19 Juni 2015

Sunnah Dalam Bulan Ramadhan

Salah satu dari Sunnah di Bulan Ramadhan adalah Membaca Al-Qur’an (Tilawah) Ayat Al-Qur’an diturunkan pertamakali pada bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah SAW sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain. Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah. Buatlah target untuk diri anda sendiri. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam sebulan, maka misalnya di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Hal ini bisa juga dijadikan program unggulan bersama keluarga. "Ramadhan Saat Melipatgandakan Pahala" Met Dhuha ya... www.rumah-yatim.org

Selasa, 16 Juni 2015

“Marhaban Yaa Ramadhan 1436 H”

Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ “Apabila Ramadhan telah datang maka dibukakan pintu-pintu surga.” (HR. Bukhari dalam Kitab as-Shiyam) Alhamdulillah, Perjalanan menuju Ramadhan akhirnya akan segera tiba, berbahagialah sahabat ku… Saat melipatgandakan pahala akan segera tiba, pintu2 keberkahan dan surganya akan segera dibuka. Kami segenap Jajaran pengurus beserta 12.000 anak-anak yatim yg ada dalam binaan Rumah Yatim dengan segala kerendahan hati mengucapkan “Selamat menjalankan ibadah Shaum Ramadhan” - Mohon Maaf Lahir & Bathin. Semoga Allah menjadikan Ramadhan Kita kali ini lebih baik sehingga Insya Allah kita dapat meraih derajat TAKWA. #RamadhanSaatMelipatgandakanPahala, #TiadaHariTanpaSantuniYatim, #BukaBersamaYatim, #SahurBarengYatim, #MudikMustahik, #BackToSchool Call/Sms/Whatsapp Center : 081-221-200-900 www.rumah-yatim.org

Selasa, 17 Februari 2015

Baznas Gandeng Rumah Yatim Dirikan Yatim Islamic Boarding School

Pertumbuhan organisasi dan tantangan di lapangan telah membentuk Rumah Yatim sebagai lembaga professional dalam pengasuhan dan pengelolaan anak yatim dan dhuafa di Indonesia. Walau demikian usaha perbaikan dan penyempurnaan system serta layanan harus terus ditingkatkan di berbagai sisi.

Kerja sama Rumah Yatim dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) adalah salah satu kuncinya menuju penyempurnaan system dan layanan terhadap masyarakat tersebut. Tentunya merupakan sebuah kehormatan sekaligus tantangan serta peluang untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Rumah Yatim.

Atas kerja sama ini, sebagai Lembaga Sosial Rumah Yatim pun akan banyak belajar dari sumbernya langsung bagaimana Organisasi Amilin mengelola dana Zakat dengan benar karena sejalan dengan langkah besar Rumah Yatim kedepan tidak saja sebagai lembaga social tetapi juga sebagai lembaga amil zakat Nasional yang amanah dan professional sesuai dengan harapan para muzaki yang telah banyak menitipkan zakatnya melalui Rumah Yatim selama ini . Ruang lingkup kerja sama Rumah Yatim dengan Baznas kali ini meliputi program penyelenggaraan pendidikan formal tingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP) khusus anak yatim yang penerapannya berbasis asrama dan maping development.

Kerja sama Rumah Yatim dan Baznas ini dibagi menjadi dua periode, yaitu jangka pendek yang meliputi; assessment awal calon peserta didik, standarisasi pendidik, standarisasi asrama, job dess dan SOP keasramaan, juga training dan pelatihan keasramaan. Sedangkan jangka panjang meliputi: evaluasi, monitoring dan pendampingan.

Lili. H. Abdurrahman mengatakan "Dengan bangunan seluas 1,7 Hektar, sekolah ini memiliki daya tampung yang cukup banyak untuk tahap pertama akan merekrut 60 Siswa dari seluruh penjuru nusantara. Sekolah ini diberi nama Ahbabullah Centre, Yatim Islamic Boarding School, di dalamnya memiliki berbagai fasilitas, antara lain, fasilitas Olah Raga, fasilitas tempat Ibadah, fasilitas pengembangan tallent dasar anak, Lab, rumah tinggal untuk para Murobi dan fasilitas lainnya". Sekolah ini rencananya akan mulai beroperasi pada awal tahun ajaran baru 2015.

Masa Depan Kita Ada Bersama Mereka

www.rumah-yatim.org

Minggu, 15 Februari 2015

Mendidik Anak (Bagian 1)

“Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?” Nabi Saw menjawab, “Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatimu).” (HR. Ath-Thusi). “Berbaktilah kepada Bapak dan Ibu supaya anak-anakmu berbakti kepadamu dan peliharalah dirimu dari perzinahan, supaya para istrimu memelihara dirinya”. (HR.Tabrani) Allah mempunyai hak mutlak untuk memberikan kekayaan dan juga keturunan kepada seseorang : “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki”. (QS, 42:49). Namun dingatkan juga bahwa harta dan anak yang diberikan oleh Allah, sebenarnya merupakan cobaan (fitnah) hidup bagi kita : “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”.(QS, 8:28). Agama memberi memberi bimbingan mengenai konsekuensi mempunyai anak, dan kita diminta untuk mengupayakan apa saja yang menjadi kewajiban terhadap anak, sebagai konsekuensi menjadi orang tua. Nantikan lanjutan artikel nya dibagian selanjutnya.... http://thestraightway.info/thestraightway/mendidik-anak/ Masa Depan Kita Ada Bersama Mereka www.rumah-yatim.org Pin BB : 7EE58F9A Call & SMS Center : 081-221-200-900 (+Whatsapp) Info@rumah-yatim.org

Selasa, 10 Februari 2015

Mengucapkan Salam

Assalamu'alaikum.wr.wb "Apabila dua orang muslim bertemu lantas salah satunya memberi salam kepada yang lain, maka yang mendahului mengucapkan salam lebih dicintai Allah SWT" (HR Tarmizi). "Apabila orang–orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, katakanlah: Salaamun-alaikum". (QS, 5: 64). "Salam di ucapkan sebelum berbicara" (HR Tarmizi)."Apabila keduanya berjabat tangan, maka Allah akan menurunkan seratus rahmat kepada keduanya (dengan) bagi yang memulainya mendapat 90 rahmat dan yang di ajak berjabat tangan mendapat 10 rahmat" (HR Tirmidzi). "Hendaklah yang muda mengucapkan salam kepada yang tua, orang yang berjalan kepada orang yang duduk, orang yang jumlahnya sedikit kepada yang jumlahnya lebih banyak, dan orang yang berkendaraan, kepada orang yang sedang berjalan" (HR Bukhori, Muslim). "Barang siapa mengajak orang kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala yang mengikuti, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun" (HR. Muslim). Silahkan forward kepada keluarga, rekan dan Bapak/Ibu. Terima kasih. Masa Depan Kita Ada Bersama Mereka www.rumah-yatim.org Pin BB : 7EE58F9A Call & SMS Center : 081-221-200-900 (+Whatsapp) Info@rumah-yatim.org

Senin, 05 Januari 2015

Berbuat Baik & Memuliakan Anak Yatim

"Allah berfirman, artinya,“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin….” (QS. an-Nisa: 36). Semoga Allah memuliakan orang yang berbuat baik dan memuliakan anak-anak yatim. Aamiin... Website : www.rumah-yatim.org Pin BB : 7EE58F9A Call & SMS Center + Whatsapp : 081-221-200-900 Email: info@rumah-yatim.org Rek Donasi : 13.0000.542.0198 (Mandiri)