Rabu, 25 Mei 2016

Sebuah Vespa





Kisah nyata ini terjadi di Jawa Tengah. Hari itu, seorang lelaki tengah mengengkol vespanya. Tapi tak kunjung bunyi. “Jangan-jangan bensinnya habis,” pikirnya. Ia pun kemudian memiringkan vespanya. Alhamdulillah… vespa itu bisa distarter.

“Bensin hampir habis. Langsung ke pengajian atau beli bensin dulu ya? Kalau beli bensin kudu muter ke belakang, padahal pengajiannya di depan sana,” demikian kira-kira kata hati lelaki itu. Ke mana arah vespanya? Ia arahkan ke pengajian. “Habis ngaji baru beli bensin.”

“Ma naqashat maalu ‘abdin min shadaqah, bal yazdad, bal yazdad, bal yazdad. Tidak akan berkurang harta karena sedekah, bahkan ia akan bertambah, bahkan ia bertambah, bahkan ia bertambah,” kata Sang Kyai di pengajian itu, yang ternyata membahas sedekah.

Setelah menerangkan tentang keutamaan sedekah, Sang Kyai mengajak hadirin untuk bersedekah. Lelaki yang membawa vespa itu ingin bersedekah juga, tetapi uangnya tinggal seribu rupiah. Uan g segitu, di zaman itu, hanya cukup untuk membeli bensin setengah liter.

Syetan mulai membisikkan ketakutan kepada lelaki itu, “Itu uang buat beli bensin. Kalo kamu pakai sedekah, kamu tidak bisa beli bensin. Motormu mogok, kamu mendorong. Malu. Capek.”

Sempat ragu sesaat, namun lelaki itu kemudian menyempurnakan niatnya. “Uang ini sudah terlanjur tercabut, masa dimasukkan lagi? Kalaupun harus mendorong motor, tidak masalah!”

Pengajian selesai. Lelaki itu pun pulang. Di tengah jalan, sekitar 200 meter dari tempat pengajian vespanya berhenti. Bensin benar-benar habis.

“Nah, benar kan. Kalo kamu tadi tidak sedekah, kamu bisa beli bensin dan tidak perlu mendorong motor,” syetan kembali menggoda, kali ini supaya pelaku sedekah menyesali perbuatannya.

Tapi subhanallah, orang ini hebat. “Mungkin emang sudah waktunya ndorong.” Meski demikian, matanya berkaca-kaca, “Enggak enak jadi orang susah, baru sedekah seribu saja sudah dorong motor.”

Baru sepuluh langkah ia mendorong motor, tiba-tiba sebuah mobil kijang berhenti setelah mendahuluinya. Kijang itu kemudian mundur.

“Kenapa, Mas, motornya didorong?” tanya pengemudi Kijang, yang ternyata teman lamanya.
“Bensinnya habis,” jawab lelaki itu.
“Yo wis, minggir saja. Vespanya diparkir. Ayo ikut aku, kita beli bensin.”

Sesampainya di pom bensin, temannya membeli air minum botol. Setelah airnya diminum, botolnya diisi bensin. Satu liter. Subhanallah, sedekah lelaki itu kini dikembalikan Allah dua kali lipat.

“Kamu beruntung ya” kata sang teman kepada lelaki itu, begitu keduanya kembali naik Kijang.
“Untung apaan?”
“Kita menikah di tahun yang sama, tapi sampeyan sudah punya 3 anak, saya belum”
“Saya pikir situ yang untung. Situ punya Kijang, saya Cuma punya vespa”
“Hmm.. mau, anak ditukar Kijang?”
Mereka kan ngobrol banyak, tentang kesusahan masing-masing. Rupanya, sang teman lama itu simpati dengan kondisi si pemilik vespa.

Begitu sampai… “Mas, saya enggak turun ya,” kata pemiliki Kijang. Lalu ia menerogoh kantongnya mengeluarkan sebuah amplop.

“Mas, titip ya, bilang ke istrimu, doakan kami supaya punya anak seperti sampeyan. Jangan dilihat di sini isinya, saya juga belum tahu isinya berapa,” bonus dari perusahaan itu memang belum dibukanya.

Sesampainya di rumah. Betapa terkejutnya lelaki pemilik Vespa itu. Amplop pemberian temannya itu isinya satu juta rupiah. Seribu kali lipat dari sedekah yang baru saja dikeluarkannya.

Sungguh benar firman Allah, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 261).

Sumber: indahnyasedekahanda.wordpress.com
=====================>><<=======>><<====================
Salurkan donasimu untuk #WakafPendidikan ke no rekening :
BCA 7750 333 090
BNI 80006 80009
CIMB NIAGA SYARIAH 5300 10025 4001
Mandiri 13000 5000 5050
#RumahYatim #Donasi #Sekolah #SahabatYatim
http://rumah-yatim.org

Minggu, 15 Mei 2016

KISAH DUA TUKANG SOL

13237834_1060265800724841_4927682918530814087_n 

Cerita ini berasal dari negeri di timur tengah, dikisahkan ada seorang muslim yang bekerja sebagai tukang sol sepatu. Pria ini ialah orang yang pekerja keras dan berkemauan kuat. Meski kesehariannya disibukkan oleh pekerjaan, tapi ketaatannya pada agama Allah tetaplah yang utama baginya. Sholatnya terjaga dengan tertib, dan juga amalan-amalan ibadah yang lain dilaksanakan dengan baik. Pria ini memiliki sebuah cita-cita besar, dia ingin menyempurnakan rukun imannya dengan melaksanakan rukun iman kelima. Berangkat ke Baitullah dan melaksanakan ibadah haji ialah impian terbesarnya. Dalam setiap do’anya dia selalu memohon agar dimudahkan apa yang dia citakan. Meski nafkah hasil dia menjadi tukang sol sepatu tidaklah seberapa, karena kemauan yang kuat dia mampu menyisihkan sedikit tabungan yang akan dipakai untuk berangkat haji.

Setelah sekian lama menabung akhirnya, tabungan pria ini sudah cukup untuk membiayai ibadah haji. Pagi itu sepeti biasanya, dia bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Hari itu dia melewati jalan sepeti biasanya, tapi ada sesuatu yang berbeda pagi itu. Bau harum dari sebuah rumah menggerakkan dia untuk mendekati kerumah itu. Setelah beberapa saat mengamati, ternyata ada seorang ibu yang sedang memasak daging untuk keluarganya, bau masakan yang harum membuat dia ingin mencoba masakan ibu itu. “Assalamu’alaikum, masakan anda harum sekali. Bolehkah saya mencicipi masakan anda? Sepertinya itu sangat nikmat?” kata sang pria. Sang ibu itu menjawab, ”maaf, tapi makanan ini halal untuk kami, tapi tidak halal untuk anda.” “Maksud anda?” Tanya sang pria heran. “Daging yang saya masak ini adalah bangkai keledai yang saya temukan dijalan kemarin.” Mendengar jawaban sang ibu pria ini kaget, timbul pertanyaan dalam dirinya bagaimana mungkin seorang ibu begitu tega memasak bangkai untuk makanan anak-anaknya. Selanjutnya sang pria berpamitan dan melanjutkan perjalananya. Pria ini mulai mencari informasi tentang keluarga yang dia temui tadi, dan pada akhirnya dia mendapatkannya. Jikalau keluarga ini mengalami masalah ekonomi, semenjak suaminya meninggal sang ibu merawat anak-anaknya sendiri dan menanggung biaya hidup keluarganya.

Dua bulan kemudian, musim haji tahun ini telah dimulai, para muslim dari seluruh dunia datang ke mekah untuk melaksanakan ibadah haji. Suasana ramai dan penuh semangat mengharap ridho Allah sangat terasa sekali. Penginapan haji mulai ramai dengan para tamu, yang ingin berkunjung ke tempat dimana hajar aswat berada. Malam itu semua peserta haji menikmati malamnya. Malam yang indah dan penuh kehangatan menghiasi kota di negeri arab itu. Malam itu ada seorang peserta haji yang bermimpi, dalam mimpinya dia bermimpi mendengar perbincangan antara Allah dengan malaikat. Dalam mimpinya diceritakan, jikalau pada musim haji tahun ini hanya ada satu orang yang menjadi haji mabrur. Orang itu bukanlah dirinya, tapi seseorang yang memiliki pekerjaan sebagai seorang tukang sol sepatu. Setelah dia terbangun dari mimpinya, sang pemuda ini ingin bertemu dengan orang yang di bicarakan menjadi haji mabrur. Saat masih di Arab dia mencari tukang sol sepatu, tapi dia tidak menemukannya meski dia sudah mencarinya kemana-mana.

Selesainya periode haji, sang pemuda masih penasaran dengan mimpinya dan melanjutkan pencariannya. Dalam hatinya dia bertekad untuk bisa bertemu dengan sang haji mabrur tersebut. Dan Allah menjawab keinginan dari pemuda ini. Setelah sekian lama dia mencari, ketemulah pemuda ini dengan tukang sol sepatu haji mabrur yang ada di mimpinya. Tak ingin membuang banyak waktunya lagi, sang pemuda mengajak tukang sol sepatu itu untuk berdiskusi. Maka pergilah kedua lelaki ini ke sebuah rumah makan untuk berbincang-bincang. Dengan penuh semangat sang pemuda menceritakan pengalamannya dan mimpinya ketika berangkat haji. Sang tukang sol sepatu dengan senyum lebar dan wajah yang berseri-seri, seakan kerinduannya ke tanah suci semakin besar mendengar cerita pemuda ini. Sampai pada saat pemuda selesai menceritakan mimpinya dan bertanya, “saya ingin tahu bagaimana cara anda bisa menjadi haji yang mabrur? Sungguh saya ingin sekali seperti anda.” Pria tukang sol sepatu itu bingung dengan pertanyaan sang pemuda, lalu dia menjelaskan, ”saya sebenarnya sangat rindu sekali ingin berangkat haji. Saya bahkan sudah menabung sekian lama agar bisa berangkat haji. Alhamdulilllah pada tahun ini tabungan saya cukup untuk biaya itu.

Tapi pada tahun ini saya tidak berangkat haji, jadi ketika anda tanya seperti itu saya tidak tahu harus menjawab menjawab apa.” Sang pemuda kaget dan melanjutkan petanyaannya, ”kenapa anda tidak jadi berangkat haji tahun ini?” Tukang sol sepatu itu menjelaskan, “beberapa bulan lalu saat saya berangkat bekerja, saya bertemu dengan seorang ibu yang sedang memasak daging. Masakannya harum dan saya kira itu pasti sangat nikmat. Tapi saat saya ingin mencoba makan sang ibu melarang saya. Dia mengatakan kalau makanan ini halal untuk dirinya tapi tidak halal untuk saya. Karena yang dia masak ialah bangkai keledai.

Sebenarnya ibu itu tidak tega untuk memberikan makanan itu untuk anak-anaknya, tapi kondisi ekonomi keluarganya yang memaksa dia melakukan perbuatan itu. Melihat hal itu saya tergerak, saya tidak tega melihat kondisi keluarga ini. Maka saya putuskan untuk mensedekahkan tabungan saya untuk keluarga ini.

Agar keluarga ini bisa makan dari makanan yang sehat lagi baik. Itulah kenapa tahun ini saya belum berangkat haji. Jadi saya minta maaf belum bisa memberikan jawaban atas pertanyaan anda.” Sepontan sang pemuda itu memeluk tukang sol sepatu itu, dia kagum dengan tindakan orang yang ada dihadapannya sekarang ini. “Subhanallah, Maha Besar Allah. Mungkin ini yang ingin diajarkan Allah dengan mimpi saya, meskipun anda tidak berangkat haji tahun ini. Tapi anda diberi ganjaran sebagai haji mabrur oleh Allah. Allahhu Akbar. Jadi maukah anda menemani saya untuk berangkat haji tahun depan? Saya sangat ingin sekali anda bisa merasakan nikmatnya melaksanakan rukun islam yang kelima .” Tukang sol sepatu itu merasa terharu dan gembira mendengar perkataan pemuda ini. Dan akhirnya tahun berikutnya kedua pemuda ini berangkat bersama untuk menunaikan ibadah haji. Cita-cita dari pria tukang sepatu pun terwujud. Subhanallah.

sumber : konnoyuki.blogspot.co.id
=============>><<==========>><<===================
‪#‎WakafPendidikan‬ ‪#‎RumahYatim‬ ‪#‎SahabatYatim‬ ‪#‎Donasi‬ ‪#‎Sekolah‬ ‪#‎Pendidikan‬ ‪#‎Infak‬

Minggu, 08 Mei 2016

Pentingnya Soft Skil dalam Kehidupan Profesional

 
13177397_1054730587945029_1645059920180473171_n

SahabatRY tahukah kamu bahwa soft skill itu sangat penting dalam kehidupan profesional?

Psikolog kawakan, David McClelland bahkan berani berkata bahwa faktor utama keberhasilan para eksekutif muda dunia adalah kepercayaan diri, daya adaptasi, kepemimpinan dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Yang tak lain dan tak bukan merupakan soft skill.

Nah buat kamu yang masih pelajar atau mahasiswa, cobalah aktif dibanyak kegiatan seperti masuk organisasi OSIS, UKS, ROHIS, BEM, UKM dll. Karena melalui organisasilah kamu belajar mengelola emosimu dalam situasi dan kondisi tertentu. Dari sekian banyak kegiatan di sekolah atau kampus, kamu lebih aktif dimana ?

Rabu, 04 Mei 2016

Menangis menyehatkan jiwa.


Menangis adalah bentuk luapan emosi bagi manusia. Tidak ada salahnya dengan menangis, meski bagi sebagian orang menangis itu suatu perbuatan yang cengeng, namun tenyata menangis membuat emosi lebih stabisl dan tertata. Menangis memiliki banyak manfaat. Seperti dilansir vemale.com, Judith Orloff dalam jurnal Psichology Today mengungkapkan sebuah fakta yakni bahwa air mata membuat Anda sehat.

Air mata yang emosional akan megangkut racun-racun atau toksin ke luar tubuh. Ini berarti menangis juga bisa menjadi sarana untuk detoksifikasi alami, sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat dengan menangis. Penelitian juga mengungkapkan bahwa pria yang menangis cenderung lebih sehat dan bahagia.

Berikut adalah fungsi air mata yang dikeluarkan pada saat proses menangis berlangsung.
Pertama, air mata dapat membersihkan bola mata. Seperti yang sudah banyak diketahui, fungsi air mata adalah melindungi bola mata serta membersihkannya secara alamiah. Ada air mata yang refleks keluar, ada pula yang dikeluarkan secara emosional. Dengan menangis, maka bola mata akan dibersihkan secara otomatis oleh air mata. Kotoran dalam mata akan ikut keluar besamaan dengan keluarnya air mata. Inilah yang menyehatkan bagi mata kita.

Kedua, menangis membuat kita sadar akan sisi kemanusiaan dalam diri kita. Air mata dapat keluar dengan sendirinya kala kita merasakan haru, sedih, bahagia, stress, dan sebagainya. Ungkapan melalui tangisan akan membuat kita sadar bahwa manusia memiliki sifat naluri yang sama. Bisa tersentuh perasaannya.

Ketiga, menangis membuat perasaan lega. Semakin kita mencurahkan emosi dengan menangis, akan membuat perasaan plong. Sistem imun dalam tubuh juga akan lebih terjaga apabila kita sanggup mengungkapkan emosi kita melalui air mata. Menangis membuat perasaan menjadi lebih baik.
Nah, kini anda telah mengetahui manfaat airmata atau menangis. Menangis bukan berarti Anda lemah, malah dengan menangis Anda akan lebih kuat. Menangis akan menguatkan jiwa anda yang rapuh karena tekanan masalah yang berat dalam hidup.

Sejatinya, tangisan terbaik hadir saat kita berserah diri kepada Allah Swt, dimana kita akan mengeluarkan energi-energi negatif dan racun-racun di dalam tubuh melalui air mata yang emosional. Menangislah di tempat yang tepat, yakni saat bersujud kepada-Nya
sumber : fimadani.com

http://rumah-yatim.org

Senin, 02 Mei 2016

ANAK KECIL YANG TAKUT KEPADA ALLAH

13055325_1051568668261221_6868892598768666926_n

Suatu hari Abu Yazid al-Busthami menunaikan shalat tahajud. Tiba-tiba anaknya yang masih kecil berdiri shalat di sampingnya. Abu Yazid merasa kasihan melihat anaknya yang masih kecil itu ikut shalat bersamanya, karena umumnya anak-anak kecil seusianya tidur di saat malam yang larut, apalagi malam itu udara terasa begitu dingin, orang-orang dewasa pun akan merasa berat meninggalkan tempat tidur mereka.

Abu Yazid berkata pada anaknya, “Tidurlah wahai anakku, malam masih panjang.”

Anaknya menjawab, “Lalu mengapa ayah shalat?”

Abu Yazid mengatakan, “Anakku, aku memang dituntut untuk shalat malam.”

Anaknya malah menjawab dengan hafalan ayat Alquran yang ia hafal, “Aku telah menghafal sebagian firman Allah yang berbunyi ‘Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa kamu berdiri shalat kurang dari dua pertiga malam atau seperdua malam atau sepertiganya dan demikian pula segolongan orang-orang yang bersama kamu (Nabi)’. Lalu siapa orang-orang yang berdiri shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Abu Yazid menjawab, “Tentu saja para sahabat beliau.”

Anak Abu Yazid kembali mengatakan, “Jangan menghalangiku untuk meraih kemuliaan menyertaimu dalam ketaatan kepada Allah.”

Abu Yazid dengan penuh kekaguman berkata, “Anakku kamu masih bocah dan belum mencapai usia dewasa.”

Anaknya menjawab, “Ayah, aku melihat ibu sewaktu menyalakan api dia memulai dengan potongan-potongan kayu kecil untuk menyalakan kayu-kayu yang besar. Maka aku takut Allah memulai dengan kami para anak kecil sebelum orang-orang dewasa pada hari kiamat nanti, jika kita lalai dari ketaatan kepada-Nya.”

Abu Yazid pun tersentak dengan ucapa anaknya itu dan kagum dengan rasa takut kepada Allah yang dimiliki anaknya walaupun masih sangat kecil. Abu Yazid berkata, “Anakku berdirilah. Kamu lebih berhak dengan Allah daripada bapakmu.”

Maha Suci Allah, yang mengubah keadaan. Hari ini anak-anak kita jauh dari Allah, mereka sibuk dengan hal-hal yang menjauhkan mereka dari Allah dan terbiasa dengan akhlak dan budi pekerti yang rendah. Kalau generasi dahulu sejak kecil mereka telah mengenal ketaatan, mungkin tidak berlebihan apabila kita katakan anak-anak sekarang sejak kecil telah mengenal kemaksiatan kecuali yang diselamatkan oleh Allah. Oleh karena itu, para orang tua hendaknya menjadi teladan bagi anak-anak mereka, mencontohkan perbuatan ketaatan, dan menjauhkan mereka dari acara-acara dan program yang memuat akhlak yang hina, karena anak-anak meniru apa yang mereka saksikan.

Mudah-mudahan Allah memberi taufik kepada kita dan keluarga kita untuk selalu menaatinya.

Sumber: kisahmuslim.com

=================>><<=======>><<======================
#WakafPendidikan #RumahYatim #Donasi #Sekolah #Quran #SahabatYatim
http://rumah-yatim.org/

Kamis, 28 April 2016

TIPS MENJAGA SHOLAT AGAR KHUSYU


Dalam shalat, kita dituntut untuk mendirikannya dengan khusyu’. Sebab dengan khusyu dalam shalat, amal ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT, terhapus dosa-dosa kita, dan segala perilaku dan ucapan kita terjaga dari kemungkaran dan kefasikan.
Khusyu juga menjadi bukti keikhlasan. Karena hanya mereka yang ikhlas ibadah karena Allah dan sholat karenaNya yang dapat melakukan khusyu&#39; secara sempurna. Tanpa keikhlasan, maka seseorang hanya melakukan kekhusyu&#39;an palsu atau yang sering disebut kekhusyuan dusta. Lalu bagaimana caranya agar mudah khusyu dalam shalat ?
1. Menghadirkan Hati.
Menghadirkan hati maksudnya adalah disaat kita sedang sholat maka saat itu sedang bermunajat, sedang berdiri berhadapan langsung dengan Sang Maha Kuasa, berdialog tanpa batas apapun. Maka dalam keadaan seperti itu yakinlah bahwa Allah sedang melihat, memperhatikan dan mengawasi gerak-gerik sholat kita. Benarkah sholat kita, dengan bacaan yang benar atau penuh dengan kesalahan dan lain sebagainya.
2. Anggap saat itu adalah sholat yang terakhir.
Agar semakin khusyu’ anggaplah bahwa sholat tersebut sholat yang terakhir kali kita lakukan, karena bisa jadi usai shalat Allah mencabut nyawa kita. atau bayangkan, disaat kita sedang mengambil wudhu tiba-tiba datang malaikat maut menghampiri kita dan mengabarkan kita, bahwa usai sholat nanti dia akan mencabut nyawa kita. Subhanallah… bagaimanakah shalat kita saat itu? Shalat dengan penuh kekhusyuan atau shalat dengan main-main? Tentu kita akan sholat dengan sekhusyu’-khusyu’nya.
3. Tuma’ninah dan tidak tergesa-gesa dalam shalat.
Tuma’ninah atau keadaan tenang dan juga tidak tergesa-gesa juga merupakan cara agar shalat kita khusyu’. Sebab dengan ketenangan kita akan bisa focus dengan bacaan dan juga gerakan dalam shalat. Oleh karena itu, sebelum kita bertakbir memulai shalat, lebih dulu kita tinggalkan segala perkara duniawi, bisa jadi disaat kita sedang shalat, namun kita tergesar- gesa karena memikirkan masalah dunia (masakan, makanan, hp facebook dll) yang bisa merusak kekhusyukan kita dalam shalat.
4. Tadabbur ayat-ayat dan dzikir-dzikir yang dibaca dalam shalat
Cara keempat ini sangat penting untuk kita latih dan diterapkan saat shalat. Karena dengan mentadabburi ayat dan dzikir yang kita baca, maka kita akan semakin mudah untuk menggapai kekhusyuan dalam shalat. Banyak sekali orang yang hafal bacaan sholat, namun sangat sedikit sekali yang faham dan mengerti bacaan tersebut.
Silahkan menghafal bacaan shalat, tapi lebih baiknya lagi kita mampu meresapi maknanya. Sehingga pemahaman makna akan menambah ketenangan jiwa dan akan memberi dampak baik disaat sedang shalat atau disaat kita membaca surat lainnya dalam al Quran.
5. Tartil dan memperbagus suara dalam membaca Al Quran.
Allah SWT memerintahkan kita untuk tartil disaat membaca Al Quran, terlebih lagi bacaan tersebut kita baca diwaktu shalat. Begitu juga kita dianjurkan untuk memperindah suara kita
agar imam maupun makmum dalam shalat jamaah bisa tenang dan akhirnya mendapatkan kekhusyuan. Sebaliknya, jika kita tergesa dalam membaca atau tidak tartil, dari segi suara bacaan juga ‘disayangkan’. Maka hal tersebut tidak membuat kita khusyu’ namun malah mengganggu dalam shalat.
6. : Arahkan pandangan hanya ditempat sujud, dan tidak memalingkan kelainnya
Janganlah kita mengarahkan pandangan kita selain ke tempat sujud, sebab hal tersebut akan mengganggu kekhusyukan kita dalam shalat. Bahkan terdapat larangan dalam hadits untuk
melihat ke atas disaat kita shalat, begitu juga memalingkan seluruh atau sebagian badan kita karena bisa membatalkan shalat kita, lantaran telah merubah qiblat disaat sedang shalat.
7. Hindari segala hal yang bisa menyibukkan saat sedang shalat.
Seperti penggunaan alat-alat elektronik (handphone, tv, penggunaan pakaian yang kurang pas, serta hal-hal lainnya yang bisa mengganggu kita dalam shalat. Maka hal-hal tersebut
harus kita hindari agar shalat kita senantiasa terjaga dan tidak merusak kekhusyukan disaat sedang shalat.
Demikianlah beberapa kiat dan cara agar kita mudah khusyu dalam shalat. Dengan menerapkan kiat-kiat diatas, kami berharap semoga shalat kita senantiasa memberi pengaruh yang baik dalam kehidupan kita sehari-hari.

http://rumah-yatim.org

Rabu, 27 April 2016

10 Manfaat Puasa Senin Kamis


1. Peremajaan sel kulit
Sel-sel kulit manusia yang telah mati perlu diganti atau dengan kata lain diremajakan kembali. Anda tidak perlu bantuan produk atau obat tertentu yang harus dikonsumsi. Anda hanya perlu melakukan puasa senin kamis secara rutin. Hal itu dikarena, berhubungan dengan metabolisme dalam tubuh manusia yang berhenti saat berpuasa, dan itu menyebabkan sel-sel tubuh dapat bekerja lebih aktif lagi, seperti halnya sel-sel kulit.
2. Mengencangkan kulit
Mungkin Anda tidak percaya apa hubungannya antara puasa senin kamis dengan pengencangan kulit. Seperti halnya peremajan kulit, saat Anda berpuasa sehari penuh metabolisme dalam tubuh juga ikut beristirahat sehingga membuat sel-sel dalam tubuh bekerja lebih maksimal. Hasilnya, antara lain, organ tubuh luar, seperti kulit akan lebih sehat dan kencang.
3. Mengeluarkan racun dalam tubuh
Tanpa penelitian dari para ilmuwan, Anda pun dapat berpikir secara logika, jika puasa puasa senin kamis dapat meneluarkan toksin atau racun dalam tubuh. Racun yang bercampur dalam
lemak, darah, atau bagian yang lain itu berasal dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Untuk mengeluarkannya bukan hanya dengan berolah raga saja.
Namun, Anda harus berhenti mengkonsumsi makanan dan minuman minimal selama sehari, agar racun dapat dikeluarkan dengan efektif. Cara puasa senin kamis memang dipercaya
ampuh untuk mengelurkan racun yang sudah mengendap dalam tubuh.
4. Memberikan istirahat untuk organ pencernaan
Organ perncernaan dalam tubuh yang Anda miliki diibaratkan seperti mesin, sebut saja mesin kendaraan bermotor. Tidak mungkin sebuah mesin dapat dihidupkan dan dijalankan terus
menerus karena hanya akan merusak salah satu atau lebih onderdil atau sparepart bagian dari mesin tersebut.
Seperti juga organ pencernaan dalam tubuh Anda yang membutuhkan istirahat untuk tidak bekerja minimal sehari hingga dua hari dalam seminggu. Hal itu berfungsi untuk mengoptimalkan fungsi organ pencernaan, mengeluarkan racun-racun dalam organ pencernaan, serta sebagai perawatan rutin agar tidak cepat rusak untuk organ pencernaan Anda. Satu-satunya cara efektif yang bisa Anda lakukan untuk mengistirahatkan organ perncernaan adalah puasa senin kamis.
5. Menurunkan kadar lemak
Ada tiga cara yang sangat efektif dan dapat Anda lakukan segera, yaitu berolah raga secara teratur, melakukan diet yang menyehatkan, dan melakukan puasa senin kamis. Ketiga cara
tersebut jika dilakukan dengan benar, dijamin akan menurunkan kadar lemak dalam tubuh Anda. akibat positifnya, tubuh Anda akan terhindar dari gangguan penyakit, seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol.
6. Mempercantik kaum wanita secara alami
Dengan berpuasa senin kamis, sel-sel tubuh akan mengalami reorganisasi atau pergantian secara teratur. Hal itu yang menyebabkan sel-sel dalam tubuh Anda selalu mengalami
peremajaan. Dengan begitu, organ dalam maupun luar tubuh Anda akan menjadi lebih sehat dan segar. Misalnya, pada organ kulit yang mengalami peremajaan sel-sel kulit akan menjadikan kulit wajah lebih bersih, segar, dan terlihat cantik.
7. Menenangkan jiwa dan perasaan
Orang sudah terbiasa melakukan puasa senin kamis biasanya dapat lebih mengontrol pikiran dan perasaannya. Sebagai contoh, dengan puasa senin kamis orang dapat lebih bersabar,
mengontrol hawa nafsu, dan pikiran-pikiran kotor atau negatif. Dengan terkontrolnya pikiran, akan menyebabkan ketenangan jiwa.
8. Mampu mengendalikan hawa nafsu
Orang yang sering melakukan puasa senin kamis lebih mampu dan mahir mengendalikan hawa nafsu yang selalu bergejolak dalam hati dan pikirannya. Contoh yang logis adalah
seorang pemuda atau pemudi yang selalu merasa kesepian dan selalu terbayang berhubungan dengan lawan jenisnya. Setiap manusia normal pasti berharap seperti itu. Namun, hawa nafsu
seperti itu harus selalu dikontrol agar tidak menimbulkan efek negatif pada diri yang bersangkutan. Salah satu cara yang paling efektif untuk mengendalikan hawa nafsu adalah melakukan puasa senin kamis.
9. Lebih peka terhadap lingkungan sekitar
Saat Anda melakukan puasa senin kamis, pasti akan merasakan lapar dan haus yang sangat. Rasa seperti itulah yang dirasakan oleh banyak orang yang tidak mampu. Mereka untuk mengisi perut agar tetap bisa hidup hingga mengemis atau memungut makanan sisa dari tumpukan sampah. Namun, Anda tentu lebih beruntung karena tidak mengalaminya. Oleh karena itu, orang yang biasa berpuasa senin kamis lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.
10. Lebih banyak beramal
Orang yang terbiasa puasa senin kamis akan lebih meningkatkan amalan ibadahnya dengan banyak beramal. Misalnya, memberikan bantuan kepada fakir miskin, orang yang tidak mampu, atau kepada anak-anak yatim. Orang tersebut yakin dengan banyaknya amalan tambahan pendamping puasa senin kamis yang dijalankannya, maka akan memperoleh banyak pahala yang berlipat. Itulah efek positif secara tidak langsung yang dapat diraih setiap orang yang puasa senin kamis.
‪#‎WakafPendidikan‬ ‪#‎RumahYatim‬ ‪#‎Donasi‬ ‪#‎Sekolah‬ ‪#‎SahabatYatim‬
http://rumah-yatim.org

Senin, 18 April 2016

MENYESAL KETIKA TIDAK BERTAMBAH BAIK

12990914_1042646479153440_8404574255902354955_n

Mendung diciptakan bukan sekedar untuk membuat langit menjadi gelap gulita..

Namun ia hadir untuk memberi kabar gembira akan sejuknya air hujan yang akan turun membasahi bumi tercinta...
Luka bukan semata untuk membuat kita tersiksa...


Namun ia tercipta agar sadar bahwa kita hanyalah manusia biasa yang mudah tergores karenanya..

Setiap kesalahan yang pernah kita lakukan sehingga menorehkan luka adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian..

Oleh karena itu jangan hanya menyesali semua kesalahan yang kita lakukan..

Namun sesalilah jika tak mampu menciptakan perubahan...
Senada dengan hal ini,teringatku tentang nasehat IMAM AL-GHAZALI ;

---Aku tidak merasa sedih ketika matahari terbenam, kecuali karena aku risau umurku ini makin meningkat tapi amalku masih belum bertambah---

Subhanallah..
semoga renungan ini mampu menyadarkan kita bahwa waktu di dunia ini bukan untuk dihamburkan dengan sia-sia namun hendaknya kita gunakan untuk berbuat amal kebajikan untuk bekal ke akhirat sana, Aamiin..

Dikutip dari FB : Inspirasi Islami


www.rumah-yatim.org

Minggu, 17 April 2016

Ya Allah cukupkanlah kami dengan yang halal



"اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ"

"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu dan jauhkanlah aku dari yang Engkau haramkan. Dan cukupkanlah (kayakan) aku dengan keutamaan rezeki-Mu sehingga tidak perlu aku kepada selain-Mu." (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).

Selasa, 12 April 2016

Saudaraku, Berdzikirlah




“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran bagi kaum yang berfikir, yakni mereka yang selalu mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, atau berbaring seraya berfikir tentang penciptaan langit dan bumi (kemudian berkata): Ya Rabb kami, tidaklah Engkau ciptakan segala sesuatu dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari adzab api neraka,”(QS. Ali-Imran:190-191.)
SAUDARAKU,

Suatu saat ketika Rasulullah SAW tengah shalat tahajjud, turunlah ayat ini dan beliaupun menangis. Bilal yang berada di dekat Rasulullah SAW melihat beliau menangis bertanya: “Mengapa engkau menangis, ya Rasulullah?”
“Celakalah orang yang membaca ayat-ayat ini (QS. 3:190-191) namun tidak juga mengambil pelajaran darinya.”

Digambarkan dalam 2 ayat di atas keterpaduan antara ayat qauliyah dan kewajiban mentadabburinya serta ayat-ayat kauniyah dan kewajiban mentafakkurinya. Kemudian juga antara kegiatan berzikir dan berpikir.

Saudaraku,
Rasulullah SAW sebagai pribadi mulia yang menjadi panutan digambarkan sebagai orang yang diamnya pikir (senantiasa berpikir) dan bicaranya adalah zikir (senantiasa berzikir). Beliau tidak pernah berdiam diri, melamun yang tidak berguna, melainkan diamnya selalu dengan konteks berfikir. Begitu pula bila beliau berkata-kata, seluruh kata-katanya mengandung zikir atau paling tidak mengandung muatan zikir.
Dalam QS. Ali-Imran:102, Allah Taala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu dengan sebenar-benar taqwa (haqqa tuqatih) dan janganlah engkau mati melainkan dalam keadaan Islam.”

Makna taqwa yang “haqqa tuqatihi” dijabarkan dalam hadits sebagai berikut: “Allah senantiasa kau ingat (dzikrullah) dan tidak kamu lupakan. Allah selalu kau syukuri (bersyukur kepada-Nya) dan tidak mengkufuri nikmatnya. Dan Allah senantiasa kau taati dan tidak kau kufuri.”

Saudaraku,
Salah satu ciri ketaqwaan yang hakiki ternyata adalah berzikir pada-Nya di mana saja dan kapan saja. Artinya di dalam kondisi yang bagaimanapun kita tetap mengingatnya, berzikir dengan hati, akal dan lisan kita.

Zikirullah juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keimanan. Dan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah akan mudah terperosok atau terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan.
Dikutip dari Islampos.com

Senin, 11 April 2016

4 Tips Merawat Wajah ala Islami Yang Patut Anda Coba.



Saudaraku, keinginan untuk tampil menarik dalam segi fisik adalah naluri alami setiap manusia. Dan salah satu faktor pendukung paling utama, yakni terdapat pada wajah kita, sehingga apabila kita memiliki wajah yang bersih, cerah dan berseri, maka itu akan mendukung penampilan fisik kita secara keseluruhan. Walaupun dalam hukum Islam hal tersebut hanya wajib dilakukan karena Allah SWT, tetapi menjaga penampilan adalah salah satu perwujudan rasa syukur kita terhadap karunia fisik yang diberi oleh Allah SWT. Dengan tujuan agar segala upaya kita sesuai dengan syari’at Islam dan hasilnya pun bisa diridhoi oleh Allah SWT.

Berikut 4 tips merawat wajah ala Islami, insyaallah penting untuk diketahui ;

1. Bersihkan wajah secara rutin

Dengan melakukan hal ini secara rutin, maka kotoran dan debu yang menempel di wajah bisa dihilangkan. Jangan pernah melewatkan kebiasaan ini, karena pori pori wajah yang tertutup debu dan kotoran akan menyebabkan banyak masalah seperti wajah berjerawat, flek hitam, dan lain sebagainya. serta yang paling penting biasakanlah membersihkan wajah sambil (dibarengi) membaca sholawat nabi, seikhlas anda.

2. Gunakan air yang suci (air bersih)

Untuk mendapatkan khasiat yang lebih baik secara lahir dan bathin, maka air yang sebaiknya digunakan tersebut adalah yang suci, bersih dan tidak terkena najis.

3. Rutin berwudhu

Jika Anda rutin berwudhu, minimal 5 kali dalam sehari, maka itu akan membuat wajah Anda menjadi lebih bersih, dan kotoran yang menempel bisa luntur. Selain itu, secara bathiniah dengan melakukan wudhu, niscaya akan menjadikan wajah orang yang melakukannya akan terlihat lebih cerah, berseri-seri, dan bercahaya.

4. Perbanyak senyum

Keriput, penuaan dini, dan kesan wajah yang cepat tua dominan terlihat pada orang yang sering manyun, murung, dan sedikit senyum. Oleh karena itu, tips merawat wajah ala Islami dengan memperbanyak senyum menjadi salah cara satu yang cukup efektif.

Saudaraku, itulah 4 tips merawat wajah ala Islami yang bisa Anda coba praktekkan langsung. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat banyak bagi anda. Amin !

dikutip dari : MutiaraPublic.com

Rabu, 06 April 2016

HARTA DIBAWA MATI

11223537_1037090606375694_7270232701443919184_n
Haji Usman, sebutlah begitu nama beliau.
Mungkin orangtuanya dulu berdo'a agar sang putra mewarisi kemuliaan Sayyidina Usman bin Affan Radhiyallahu ‘Anhu.

Pemilik salah satu usaha batik terkemuka di Yogyakarta ini memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.

Ringan baginya membuka kotak persediaan, gampang baginya menyeluk kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.

Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.

Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau.

“Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka, “bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan... Hingga seperti haji Usman, bershadaqah terasa ringan”.

“Wah", sahut Haji Usman tertawa, “salah alamat!”
“Lho?”...

“Lha iya. Kalian datang pada orang yg salah. Lha saya ini SANGAT MENCINTAI HARTA SAYA je. Saya ini sangat mencintai kekayaan saya je".
“Lho?”..

“Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI.
Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.
Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu...

TITIP pada Masjid,
TITIP pada anak yatim,
TITIP pada fakir miskin,
TITIP pada madrasah,
TITIP pada pesantren,
TITIP pada pejuang fii sabilillah.

Alhamdulillah ada yg berkenan dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yg sudi diamanati, saya bahagia sekali.

Pokoknya DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI.
Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di akhirat".

“Lah...!” Siapa bilang harta tdk dibawa mati....?
Harta itu dibawa mati....!!! Caranya ? ... Minta tolong dibawakan oleh anak Yatim, Fakir miskin..dll....

Masya Allah

(Dikutip dari buku Lapis-Lapis Keberkahan, Salim A Fillah, hal. 227-228)

Salurkan donasi sahabat ke no rekening kami di :

BCA 7750 333 090
BNI 80006 80009
CIMB NIAGA SYARIAH 5300 10025 4001
Mandiri 13000 5000 5050

Rabu, 30 Maret 2016

ADAB MEMBACA AL-QUR'AN

995324_1031615180256570_8179065575765409128_n 

Membaca Al-Qur’an tentu memiliki adab. Karena yang dibaca adalah kalamullah (firman Allah), bukan koran, bukan perkataan makhluk.

Al-Qur’anul Kariim adalah firman Allah SWT yang menjadikannya sebagai pedoman umat manusia dan mengajarkan, menuntun kepada petunjuk untuk mendapatkan kebaikan, keberkahan dan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat.

Seseorang yang membaca, mempelajari, memahami dan mengamalkan Al-Quran dijanjikan Allah SWT syurga yang indah, kecukupan dalam hidupnya, kemurahan rezeki, pahala, meleburkan dosa serta dikabulkannya segala pinta dan doa yang diharapkannya. Selain itu Allah SWT menggolongkan dirinya bersama orang-orang mu’min yang mendapatkan Rahmat dan Syafa’atNya ketika hari kiamat nanti.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi ” Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang membaca dan mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya “. (HR.Bukhari)
Ada beberapa cara adab atau perilaku ketika seorang muslim membaca Al-Quran agar mendapatkan kesempurnaan dan mampu memahami serta meresap apa saja makna yang terkandung dalam tiap ayat Al-Quran :

1- Hendaklah yang membaca Al-Qur’an berniat ikhlas, mengharapkan ridha Allah, bukan berniat ingin cari dunia atau cari pujian.

2- Disunnahkan membaca Al-Qur’an dalam keadaan mulut yang bersih. Bau mulut tersebut bisa dibersihkan dengan siwak atau bahan semisalnya.

3- Disunnahkan membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci. Namun jika membacanya dalam keadaan berhadats dibolehkan berdasarkan kesepatakan para ulama.
Catatan: Ini berkaitan dengan masalah membaca, namun untuk menyentuh Al-Qur’an dipersyaratkan harus suci. Dalil yang mendukung hal ini adalah:

Dari Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm dari ayahnya dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menulis surat untuk penduduk Yaman yang isinya,
“Tidak boleh menyentuh Al-Qur’an melainkan orang yang suci”. (HR. Daruquthni no. 449. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’ no. 122).

4- Mengambil tempat yang bersih untuk membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, para ulama sangat anjurkan membaca Al-Qur’an di masjid. Di samping masjid adalah tempat yang bersih dan
dimuliakan, juga ketika itu dapat meraih fadhilah i’tikaf.
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Hendaklah setiap orang yang duduk di masjid berniat i’tikaf baik untuk waktu yang lama atau hanya sesaat. Bahkan sudah sepatutnya sejak masuk masjid tersebut sudah berniat untuk i’tikaf. Adab seperti ini sudah sepatutnya diperhatikan dan disebarkan, apalagi pada anak-anak dan orang awam (yang belum paham). Karena mengamalkan seperti itu sudah semakin langka.” (At-Tibyan, hlm. 83).

5- Menghadap kiblat ketika membaca Al-Qur’an. Duduk ketika itu dalam keadaan sakinah dan penuh ketenangan.

6- Memulai membaca Al-Qur’an dengan membaca ta’awudz. Bacaan ta’awudz menurut jumhur (mayoritas ulama) adalah “a’udzu billahi minasy syaithonir rajiim”. Membaca ta’awudz ini dihukumi sunnah, bukan wajib. Perintah untuk membaca ta’awudz di sini disebutkan dalam ayat,
“Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

7- Membaca “bismillahir rahmanir rahim” di setiap awal surat selain surat Bara’ah (surat At-Taubah).
Catatan: Memulai pertengahan surat cukup dengan ta’awudz tanpa bismillahir rahmanir rahim.

8- Hendaknya ketika membaca Al-Qur’an dalam keadaan khusyu’ dan berusaha untuk mentadabbur (merenungkan) setiap ayat yang dibaca. Perintah untuk mentadabburi Al-Qur’an disebutkan dalam ayat,

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad: 29)

www.rumah-yatim.org

Jumat, 25 Maret 2016

Melukai Ibumu, Murkalah Tuhanmu.

12417745_1025713057513449_6387058755645181375_n
Seorang ibu tua yang tinggal di kampung memiliki seorang anak pria yang hidup sukses di kota. Anak tersebut menikah dengan seorang wanita karier dan dikarunia seorang anak yang pintar.
Merasa kesepian, sang ibu yang tinggal di kampung berkirim surat kepada anaknya bahwa dua minggu lagi ia akan pergi ke kota menjumpai anak cucunya dan tinggal di sana demi mengusir rasa sepi.Saat menerima surat dari ibunya, sang anak berdiskusi dengan istrinya tentang bagaimana menyikapi kehadiran sang ibu di tengah mereka. Sang istri berkata, “Mas, engkau bekerja seharian penuh hingga larut malam, demikian pula aku. Aku akan merasa risih bila ibumu tinggal di rumah ini sebab ia akan mencibirku dan mengatakan bahwa aku adalah ibu yang tidak pandai mengurus anak sendiri.”

Sang istri melanjutkan, “Aku pun tak tega bila menyuruhmu untuk menaruh beliau di panti jompo. Nah, bagaimana kalau kita buatkan saja sebuah saung dari bambu di halaman belakang rumah. Lalu kita tempatkan ibumu di sana. Ia akan bebas melakukan apa saja. Sementara kita dengan kesibukan yang ada tidak akan pernah merasa terusik.”

Sang suami mengangguk tanda setuju atas usul istrinya. Maka dibuatkanlah sebuah saung bambu di belakang rumah untuk sang ibu. Begitu ibunya datang, anak dan menantu tersebut menerimanya dengan penuh kehangatan, namun sayang mereka menempatkan sang ibu di saung bambu di halaman belakang rumah.

Dan kami berwasiat kepada manusia tentang kedua orangtuanya;
Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. (kami berwasiat kepadanya). ’bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu, karena hanya kepada-Ku-Lah kembalimu ( Qs. Lukman 31 : 14 )
Ibu yang datang ke kota demi mengusir kesepian di desa, malah merasa terisolasi di tengah anak cucunya sendiri.

“Ma, jangan lupa untuk mengirimkan makan tiga kali sehari untuk ibu ya!” Itulah kalimat yang diucapkan sang suami kepada istrinya setiap kali ia hendak berangkat bekerja. Sang istri pun lalu menyampaikan lagi pesan ini kepada pembantunya untuk melakukan hal yang diminta suaminya. Maka, tiga kali sehari makanan diantar oleh pembantu tersebut ke dalam saung.
Namun karena kesibukan mereka berdua, keduanya kerap lupa untuk mengingatkan pembantu tersebut untuk mengantarkan makanan kepada orangtuanya.

Tadinya tiga kali sehari, terkadang hanya dua kali atau satu kali. Setelah berbulan-bulan tinggal di dalam saung, pesan untuk mengirimkan makanan sudah tidak mereka ingat lagi sehingga pembantunya pun ikut lalai mengirimkan padanya makanan.

ALLAH Swt sungguh murka terhadap anak yang melalaikan hidup orangtuanya!
Piring kotor masih teronggok di pinggir saung. Sudah lama tidak diambil oleh pembantu yang biasa mengantarnya. Karena cahaya yang redup di dalam saung, sang nenek tanpa sengaja menginjak piring itu hingga akhirnya pecah. Tidak ada lagi makanan yang dikirimkan oleh anaknya. Nenek itu lapar. Ia pun pergi ke warung untuk beli makanan untuk sekadar mengganjal rasa lapar. Makanan telah terbeli, lalu dengan apa ia harus meletakkan, sebab tiada lagi alas.

Lalu sang nenek pergi mencari alas untuk makanannya. Tiada yang ia temui selain sebuah batok kelapa. Ia cuci dan bersihkan batok tersebut. Usai dibersihkan, batok itu menjadi teman setia nenek untuk makan. Demikianlah kebiasaan makan yang dilakukan nenek, hingga suatu hari ALLAH berkenan untuk memberlakukan kehendaknya!!

Di suatu pagi, lepas dari pengawasan baby sitter, seorang bocah lelaki berusia sekitar lima tahun pergi ke halaman belakang. Sudah lama ia tidak bermain ke halaman tersebut. Bocah itu bengong, terperangah saat ia melihat ada sebuah saung bambu di sana. Anak itu pergi menghampiri. Ia dorong pintunya hingga terbuka. Anak tersebut memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ia pun masuk ke dalamnya. “Eh… ada pangeran kecil rupanya!” suara nenek terdengar mengguratkan senyum di bibir.
“Nenek siapa ya?” Tanya sang bocah polos.

“Aku ini adalah nenekmu. Ibu dari ayahmu!” Nenek itu mencoba menjelaskan.
Beberapa saat kemudian, keduanya sudah menjalin kehangatan. Kehangatan tali persaudaraan. Persaudaraan antara seorang nenek dengan cucunya, yang tidak bisa dipisahkan oleh jarak apa pun. Keduanya membaur tak ubahnya darah dan daging.

Sejak itu, sang bocah sering mengunjungi neneknya meski kedua orangtuanya tak tahu apa yang dilakukan anaknya selama ini. Ketika si bocah melihat sebuah benda aneh di pojok saung, ia bertanya, “Itu benda apa, Nek?” si cucu menunjuk ke sebuah benda dengan perasaan ingin tahu. Si nenek melempar pandangan ke arah yang ditunjuk cucunya. Ia tahu bahwa yang dimaksud cucunya adalah batok kelapa.

“Oh… itu piring nenek. Tempat makan nenek. Lucu ya…?!” Nenek menjawab dengan wajah tersenyum.

“Iya, Nek! Ini bagus sekali,” sambut sang cucu. Sang cucu merekam kejadian itu.
Dalam sebuah liburan akhir pekan, bocah ini diajak tamasya ke luar kota oleh papa dan mamanya. Mereka pergi membawa mobil ke tempat wisata. Sesampainya di sebuah taman wisata yang begitu rimbun, teduh dan indah, mereka pun berbagi tawa dan kebahagiaan. Mereka berlari, berkejaran, berjalan dan melompat. Hari itu penuh keceriaan bagi mereka bertiga.

“Haaaap!” sang papa melompat sambil berteriak. Diikuti suara dan lompatan yang sama dari sang mama. Rupanya keduanya telah melompat melintasi bibir selokan kecil di sana. “Ayo Nak… lompati selokan itu. Kamu pasti bisa!” Teriak keduanya berseru kepada anak mereka.

Sang anak berdiri terdiam di seberang. Ia melemparkan pandangan ke dalam selokan. Ia tak mau melompat, namun malah berujar, “Pa… Ma…, tolong ambilkan benda itu dong!” Papanya melihat ke arah benda yang ditunjuk anaknya, ia tahu benda yang dimaksud adalah ‘batok kelapa’ dalam selokan.

“Apa sih, Nak? Nggak usah diambil. Itu kotor!” kata Si papa. Sang mama menimpali dengan kalimat serupa. Namun si anak tetap bersikeras, merengek dan mengancam bahwa dirinya tidak mau meneruskan tamasya bila mama atau papanya tidak mau mengambilkan benda tersebut.
Keduanya mengalah. Diangkatlah ‘batok kelapa’ yang telah baunya busuk dari selokan. Keduanya repot mencari keran air untuk mencucinya. Setelah agak bersih, batok itu pun diberikan kepada sang anak. Keduanya merasa heran melihat sang anak begitu hangat memeluk batok kelapa tersebut.
Dalam perjalanan kembali ke rumah. Ketiganya masih berada di dalam mobil. Tak sabar dan penuh rasa ingin tahu, sang mama bertanya kepada anaknya, “Mama jadi bingung sama kamu. Sebenarnya untuk apa sih batok kelapa itu, Nak.?!”

Si anak masih memeluk batok itu. Ia angkat kepalanya lalu berkata, “Aku mau kasih kejutan ke mama!” Dengan kepolosannya ia melanjutkan, “Kalau sampai di rumah, benda ini akan aku cuci sampai bersih. Setelah itu akan aku beri bungkus yang rapih. Bila sudah rapi, aku akan berikan ini untuk mama sebagai alas untuk makan.”

“Untuk makan?!” Mama bertanya keheranan dengan rasa jijik. “Iya, untuk makan. Aku lihat nenek di saung belakang rumah, ia makan dengan ini. Papa dan Mama yang berikan itu untuk Nenek kan?!” Tanyanya polos.

Keduanya bergidik. ALLAH Swt sungguh telah menegur mereka berdua lewat lidah anak mereka sendiri. Selama ini, sungguh mereka telah menyia-nyiakan orangtua sendiri. Hingga harus makan dengan alas dari sesuatu yang menjijikkan bagi mereka, yaitu batok kelapa. Apakah Anda masih menyia-nyiakan hidup orangtua Anda?!

dikisahkan oleh Ustadz Bobby Herwibowo di eramuslim.com

Rabu, 23 Maret 2016

GENIUS (Gerakan Nasional Peduli Sahabat)

10364097_1023605084390913_4240585974543276567_n

Adalah program edukatif dalam membangun kecerdasan social masyarakat terutama anak-anak dan generasi muda penerus bangsa untuk memupuk tumbuhnya rasa kepedulian terhadap pendidikan anak-anak bangsa yang memiliki keterbatasan finansial agar mereka tidak putus sekolah.

Bersama Rumah Yatim kita bantu mereka mewujudkan cita-citanya.
www.rumah-yatim.org


Senin, 21 Maret 2016

BELAJAR IKHLAS DARI GULA PASIR

1919609_1022485171169571_5631778221178312431_n.jpg

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS...bukan KOPI GULA...

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnyaTEH MANIS...bukan TEH GULA...

🍊 Gula PASIR memberi RASA MANIS pada ES JERUK..., tapi orang MENYEBUTnya ES JERUK MANIS...bukan ES JERUK GULA

🍞🍞 ORANG menyebut ROTI MANIS...bukan ROTI GULA...
🍾 ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU....
padahal BAHAN DASARnya GULA....
Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS...

🏥 akan tetapi apabila berhubungan dgn Penyakit, barulah GULA disebut.. PENYAKIT GULA ..!!!

BEGITUlah HIDUP....Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah diSEBUT Orang....
Tapi kesalahan akan dibesar-besarkan...

IKHLASlah seperti GULA...
LARUTlah seperti GULA...

Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!

Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...
tapi untuk DIRASAkan...

Semoga Manfaat 😊
www.rumah-yatim.org

Jumat, 18 Maret 2016

Hutang membawa kerugian hingga akhirat

1484737_1020473264704095_39688634339159124_n

Ibnul Qoyyim dalam Al Fawa’id (hal. 57, Darul Aqidah) mengatakan:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allah dari berbuat dosa dan banyak hutang karena banyak dosa akan mendatangkan kerugian di akhirat, sedangkan banyak utang akan mendatangkan kerugian di dunia.”

Do’a agar terlindung dari hutang
ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM

(Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang).

Kamis, 17 Maret 2016

Keutamaan Surat Ar Rahman

10410608_1019669884784433_5338668387419305637_n
1. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan padanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/187).

2. Imam Ja’far Ash-shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘Fabiayyi âlâi Rabbikumâ tukadzdzibân’, ia mengucapkan: Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu (tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam hari kemudian ia mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid; jika membacanya di siang hari kemudian mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jangan tinggalkan membaca surat Ar-Rahman, bangunlah malam bersamanya, surat ini tidak menentramkan hati orang-orang munafik, kamu akan menjumpai Tuhannya bersamanya pada hari kiamat, wujudnya seperti wujud manusia yang paling indah, dan baunya paling harum. Pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang berdiri di hadapan Allah yang lebih dekat dengan-Nya daripadanya.

Pada saat itu Allah berfirman padanya: Siapakah orang yang sering bangun malam bersamamu saat di dunia dan tekun membacamu. Ia menjawab: Ya Rabbi, fulan bin fulan, lalu wajah mereka menjadi putih, dan ia berkata kepada mereka: Berilah syafaat orang-orang yang mencintai kalian, kemudian mereka memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima syafaat mereka. Lalu ia berkata kepada mereka: Masuklah kalian ke surga, dan tinggallah di dalamnya sebagaimana yang kalian inginkan.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Selasa, 15 Maret 2016

CARILAH KEDAMAIAN HATIMU DI TIGA TEMPAT



“Carilah (kedamaian) hatimu ditiga tempat, disaat mendengarkan Al-Qur’an, disaat menghadiri majelis ilmu, atau disaat engkau berkhalwat sendiri (dalam Ibadah).
Jika engkau tidak mendapatkannya, maka memohonlah kepada Allah agar memberimu hati yang lain. Karena (pada hakikatnya) engkau tak lagi memiliki hati.”
(Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah dalam kitab fawaaid: 1/149)

KASIH SAYANG IBU YANG TULUS

12832576_1016968345054587_7843950065526488176_n

Cerita Nyata.

Kejadian dalam cerita ini terjadi di sebuah kota kecil di taiwan, dan sempat di muat di berbagai media.

Ada seorang pemuda yang hidup hanya bersama ibunya ( nama tidak disebutkan). Dia pemuda yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang mengenalnya. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi manager.Gaji-nya pun lumayan.

Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman-teman kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan wanita-wanita single. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus padanya.

Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali.Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri dan belakang.Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 terlihat menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung dari wanita tersebut.
Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya tersebut. Namun pemuda tersebut adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya.

Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, pemuda tersebut selalu menjawab "wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan.". Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja Ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah.

Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. pemuda tersebut mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali).

Hal ini membuat pemuda tersebut menjadi BT (bad temper) dan uring-uringan dirumah.
-Datangnya hidayah kepada pemuda tersebut
Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, pemuda tersebut melihat sebuah box kecil. Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan pemuda tersebut.

Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.

Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun.

Walau sudah usang, pemuda tersebut sudah cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu.

Dia adalah Ibu kandungnya sendiri. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata pemuda tersebut menetes keluar tanpa bisa di bendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, pemuda itu langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring.
Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. sambil berkata "Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi".

Setelah sembuh, pemuda tersebut bahkan berani membawa Ibunya belanja kesupermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, pemuda tersebut tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik. (sites.google.com)

Demikian cerita yang dapat saya bagikan, semoga ini menjadi renungan bagi kita semua, banyak hal yang bisa kita petik dari cerita ini. salah satunya kasih sayang ibu yang tiada menuntut balas. tiada dendam meskipun kita menyakitinya, dan tidak ada perbuatan atau apapun yang bisa membalas kasih sayang seorang ibu. dan "kasih ibu sepanjang masa bagai sang surya menyinari dunia.".

Bagi pembaca yang masih punya Ibu di rumah, branjaklah sekarang. peluklah erat-erat dan memohon maaf lah sebesar besarnya. Biar bagaimanapun kondisinya, segera meminta ampun. Dan bagi yang ibunya sudah dipanggil oleh yang maha kuasa tekadkan untuk senantiasa mendoakanNya, agar damai dan tenang di sisi Allah Swt.

Sayangilah Ibu kalian selama ia masih hidup, jika ia sudah tiada maka satu kerugian besar yang kita rasakan dan tidak akan pernah kita rasakan lagi nikmatnya yaitu. "DOA SEORANG IBU"

Minggu, 06 Maret 2016

Enam Perkara dalam Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah laku dan perilaku kearah yang lebih baik,karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan. Menuntut ilmu merupakan ibadah sebagaiman sabda Nabi Muhammad Saw. “Menuntut Ilmu diwajibkan atas orang islam laki-laki dan perempuan”
Dalam salah satu pepatah Arab (Mahfuzhot) dikatakan: Saudaraku, Kamu tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam perkara, akan saya beritahukan perinciannya dengan jelas :

1. Kecerdasan. Kecerdasan adalah kemampuan seseorang dalam memahami dunia, berpikir rasional, dan menggunakan sumber-sumber secara efektif pada saat dihadapkan dengan
tantangan, serta kemampuan general manusia untuk melakukan tindakan-tindakan yang mempunyai tujuan dan berpikir dengan cara rasional.

2. Kemauan yang keras. Kemauan harus ada dalam diri kita, kalau kita benar-benar sudah bulat untuk melakukan suatu usaha. Di dalam memulai suatu usaha, sangat dibutuhkan kemauan yang kuat. "Berkemauan keraslah kamu kepada apa-apa yang bermanfaat untukmu dan jangan bersikap lemah" HR. Muslim

3. Kesungguhan. Man Jadda Wajada = Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan bersungguh-sungguh akan mendatangkan hasil yang
memuaskan. Begitu juga halnya dengan menuntut ilmu, haruslah dilakukan dengan kesungguhan hati, sehingga kita dapat memperoleh ilmu yang berkah.

4. Memiliki Bekal yang cukup. Para ulama jaman dahulu rela mengorbankan harta bendanya untuk melakukan perjalanan dalam menuntut ilmu. Abu Hatim yang menjual bajunya untuk
dapat menuntut Ilmu, Imam Malik bin Anas menjual kayu atap rumahnya untuk bisa menuntut ilmu, bahkan Al Hamadzan Al Atthar, seorang syaikh dari Hamadzan menjual seluruh warisannya untuk biaya menuntut ilmu. Penunutut ilmu mencurahkan segala kemampuan baik materi atau apapun yang ia miliki hingga ia menggapai cita-citanya hingga ia mumpuni dalam bidang keilmuan dan kekuatannya: baik hafalan, pemahaman maupun kaidah dasarnya.

5. Dekat dengan guru. Guru adalah seseorang yang sangat penting dalam proses belajar mengajar, dipundaknya terpikul tanggung jawab utama kefektifan seluruh usaha kependidikan
disekolah, di dalam menuntut ilmu harus berperilaku yang baik terhadap guru, salah satunya dengan mengenal guru tersebut. Sehingga, kita sebagai yang menerima ilmu dapat lebih memehami dan mengerti akan apa yang diajarkan oleh seorang guru. Kenalilah guru anda, berbuat baiklah kepadanya, niscaya ilmu yang anda dapatkan akan lebih bermanfaat.

6. Waktu yang lama (Thuluz zamani). Dalam hal ini, waktu yang lama merupakan suatu nikmat kesempatan dan waktu yang diberikan Allah SWT kepada kita sebagai ‘alim. Marilah kita pergunakan waktu ini sebaik mungkin dalam menuntut ilmu yang berkah. Walaupun kita telah melakukan kelima perkara sebelumnya tanpa yang keenam, maka akan terasa sia – sia.
Dengan umur dan kesempatan yang panjang dalam menuntut ilmu, kita akan menjadi seorang mukmin yang diridhoi-NYA. Amin.

www.rumah-yatim.org
 

Kamis, 03 Maret 2016

Salurkan Donasimu untuk Wakaf Sarana Pendidikan Rumah Yatim


Sahabat, hingga saat ini saudara kita masih membutuhkn donasi, utk trus melanjutkn sekolah.

Syarat-syarat jilbab syar’i

12821623_1010342389050516_3313936298308218919_n

Hijab adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti "penghalang". Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata "hijab" lebih sering merujuk kepada kerudung
yang digunakan oleh wanita muslim. Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.

Beragam mode busana kini telah membanjiri penjuru dunia. Meruyak semarak tak hanya di perkotaan saja, bahkan pedesaanpun tak luput olehnya. Ironisnya, peminat produk yang
notabene jahiliyah itu justru dari kalangan wanita-wanita muslimah.Apabila setiap wanita menyadari bahwa jilbab merupakan perintah agama, bukan hanya sekedar mode semata, Insya Allah kami yakin dia akan tegar menjalankan kewajiban ini, apapun resikonya. Selanjutnya, perlu kita ketahui bersama, bahwa berdasarkan penelitian

para ulama tentang masalah jilbab, mereka menerangkan bahwa jika seorang wanita keluar rumah atau bila bertemu dengan orang-orang yang bukan mahromnya, maka ia wajib memakai jilbab yang memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut :

1. Menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan.
“Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka… (QS. An Nur : 31)

2. Tidak ketat sehingga menggambarkan bentuk tubuh Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, Fatimah binti Rosullulloh shollallohu alaihi wa sallam pernah berpesan kepada Asma’ : “Wahai Asma’ ! Sesungguhnya aku memandang buruk perilaku kaum wanita yang memakai pakaian yang dapat menggambarkan tubuhnya…)” (Dikeluarkan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah dan Baihaqi)

3. Kainnya harus tebal, dan tidak tembus pandang sehingga tidak nampak kulit tubuh.
“ Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang

miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini (jauhnya).” (HR. Muslim)

4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
“Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Hakim dan Ahmad dengan sanad shohih).

5. Tidak mencolok dan berwarna yang dapat menarik perhatian
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah pertama.” (QS. Al-Ahzab : 33)

6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud dan Ahmad dengan sanad shohih)

7. Bukan pakaian untuk mencari popularitas
Barang siapa mengenakan pakaian syuhroh (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya
dengan api neraka. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)

8. Tidak diberi parfum atau wangi-wangian
“Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (HR.Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad,dll
dengan sanad shohih)

www.rumah-yatim.org

Rabu, 02 Maret 2016

Keceriaan anak yatim kecamatan mauk kabupaten Tangerang


Rumah Yatim Tangerang, kegiatan santunan yang dilakukan Rumah Yatim cabang tangerang pada hari Rabu (24/2) disambut antusias warga yang menjadi mustahik, Acara yang digelar di aula Kecamatan Mauk ini dimulai pada pukul 09.30 Waktu setempat dihadiri 265 mustahik dan 120 anak yatim kecamatan Mauk.

Acara kegiatan santunan ini di koordinir langsung oleh kecamatan mauk bekerjasama dengan rumah yatim cabang tangerang, Bapak Heru selaku camat mauk menuturkan ‘’Acara seperti ini memang sangat dinantikan terutama bagi kami sebagai pemerintah setempat merasa terbantu setidaknya meringankan beban hidup dari para mustahik khususnya di kecamatan kami’’ungkapnya.

Acara yang diakhiri dengan santunan paket sembako bagi para mustahik dan pemberian 120 paket sekolah bagi anak yatim ini berlangsung tertib, terlihat keceriaan dari para mustahik dan anak-anak yatim kecamatan mauk selepas pembagian santunan ini.

6 Kebiasaan Orang Sukses Yang Patut Di Tiru


Sukses adalah suatu impian atau tujuan yang kita inginkan telah tercapai dengan usaha dan kerja keras yang dijalani dalam hidupnya dalam mencapai kesuksesan dan keinginan tersebut
berupa hal yang positif baik untuk diri sendiri dan orang lain, dan disebut sukses apabila kesuksesan itu bermanfaat bagi orang lain disekitar kita,



1. Bangun 3 Jam Sebelum Jam Kerja
Saat hari masih sangat pagi, orang sukses sudah bangun dan mulai bersiap-siap untuk menyambut hari baru. Berdasarkan penelitian, 44% orang sukses bangun 3 jam sebelum jam kerja dimulai. Hal ini dilakukan agar mereka dapat memiliki cukup waktu untuk bersiap-siap dan menenangkan diri sehingga dapat memulai kerja dengan kondisi yang tenang. Selain itu dengan bangun lebih pagi, kesempatan yang bisa mereka dapatkan lebih banyak karena waktunya juga lebih banyak.

2. Memiliki Target Harian
Membuat target harian harus kamu lakukan supaya kamu jadi termotivasi untuk bekerja. Karena dengan memiliki target yang jelas, maka pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu dan tidak ada lagi waktu yang terbuang untuk mengatur apa tujuanmu hari ini.

3. Tidak Pernah Berhenti Belajar
Ciri-ciri orang sukses yang paling terlihat adalah keinginannya untuk selalu belajar. Belajar
disini tidak dalam bentuk sekolah, tetapi proses pembelajaran bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, dan dari siapa saja. Hal baru selalu tersedia di segala tempat, itulah yang mendorong orang sukses untuk terus belajar.

4. Menambah Jaringan Pertemanan
Dengan membangun relasi yang baik dengan orang lain, maka tingkat kepercayaan orang terhadap kamu akan semakin tinggi, jadi kemungkinan kamu untuk sukses semakin besar.
Hal inilah yang dilakukan oleh para orang sukses. Mereka mau meluangkan waktu mereka untuk menambah dan menjaga relasi baik dengan orang lain karena mereka paham tentang betapa besarnya pengaruh teman dalam kesuksesan.

5. Bergaya Hidup Sehat
Dengan tubuh yang sehat, maka pikiran lebih tenang sehingga banyak ide yang bisa membuat kamu mampu meraih kesuksesanmu, sehingga kamu bisa lebih produktif dalam bekerja.
Orang yang sukses akan pergi berolahraga setelah pulang kerja. Mereka akan pergi ke pusat kebugaran untuk berolahraga dan juga menambah jaringan pertemanan.

6. Lebih Banyak Membaca Daripada Nonton TV
Proses pembelajaran yang paling populer adalah dengan membaca, karena saat membaca,
otak mengulang apa yang kita baca sehingga informasi akan lebih mudah diingat. Tidak heran bahwa mambaca menjadi salah satu cara untuk menambah wawasanmu

Kesuksesan Datang Dari Diri Sendiri

Setelah kamu menerapkan 6 kebiasaan di atas, itu tidak menjamin bahwa kamu pasti akan sukses, tetapi dengan menerapkannya, kesempatan kamu untuk menjadi sukses semakin besar. Sukses atau tidaknya dirimu tidak ditentukan oleh apa yang dilakukan orang lain atau keadaan sekitar, tetapi semua itu ditentukan oleh dirimu sendiri. Jika kamu siap melakukan yang terbaik dan selalu berfokus pada tujuanmu, niscaya kesuksesan menantimu.

Do'a Memohon Kebaikan di Pagi Hari

Assalamualaikum ‪#‎SahabatRY‬, smoga kita termasuk orang-orang selalu pandai bersyukur atas segala rahmatNYA.

”Kami masuk pagi, sedang kerajaan hanya milik Allah, Tuhan seluruh sekalian alam. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada - MU agar memperoleh kebaikan, pembuka (Rahmat), pertolongan, cahaya, berkah dan petunjuk di hari ini. Aku berlindung kpada - Mu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya.” [HR. Abu Dawud 4/322]


Selasa, 01 Maret 2016

Sukses tidak diraih dengan cara Instan

12512258_1009600149124740_2228853664976913548_n

Orang-orang sukses itu tidak pernah menggapai sukses dalam waktu semalam saja. Saat gagal mereka terus belajar dan mengembangkan diri untuk bisa meraih cara lain dalam menggapai sukses. Ada sebuah ungkapan,

“Jika pintu yang satu tertutup, maka pintu yang lain akan terbuka. Hanya saja kita seringkali terpaku dengan pintu yang tertutup itu tanpa melihat ada pintu lain yang terbuka” Alexander Graham Bell

Orang sukes ketika gagal, mereka akan mencari jalan lain untuk bisa meraih apa yang diinginkan sehingga itu bisa memotivasi bahwa kegagalan bukanlah hal yang harus ditakuti.

www.rumah-yatim.org