Rabu, 25 Mei 2016
Sebuah Vespa
Kisah nyata ini terjadi di Jawa Tengah. Hari itu, seorang lelaki tengah mengengkol vespanya. Tapi tak kunjung bunyi. “Jangan-jangan bensinnya habis,” pikirnya. Ia pun kemudian memiringkan vespanya. Alhamdulillah… vespa itu bisa distarter.
“Bensin hampir habis. Langsung ke pengajian atau beli bensin dulu ya? Kalau beli bensin kudu muter ke belakang, padahal pengajiannya di depan sana,” demikian kira-kira kata hati lelaki itu. Ke mana arah vespanya? Ia arahkan ke pengajian. “Habis ngaji baru beli bensin.”
“Ma naqashat maalu ‘abdin min shadaqah, bal yazdad, bal yazdad, bal yazdad. Tidak akan berkurang harta karena sedekah, bahkan ia akan bertambah, bahkan ia bertambah, bahkan ia bertambah,” kata Sang Kyai di pengajian itu, yang ternyata membahas sedekah.
Setelah menerangkan tentang keutamaan sedekah, Sang Kyai mengajak hadirin untuk bersedekah. Lelaki yang membawa vespa itu ingin bersedekah juga, tetapi uangnya tinggal seribu rupiah. Uan g segitu, di zaman itu, hanya cukup untuk membeli bensin setengah liter.
Syetan mulai membisikkan ketakutan kepada lelaki itu, “Itu uang buat beli bensin. Kalo kamu pakai sedekah, kamu tidak bisa beli bensin. Motormu mogok, kamu mendorong. Malu. Capek.”
Sempat ragu sesaat, namun lelaki itu kemudian menyempurnakan niatnya. “Uang ini sudah terlanjur tercabut, masa dimasukkan lagi? Kalaupun harus mendorong motor, tidak masalah!”
Pengajian selesai. Lelaki itu pun pulang. Di tengah jalan, sekitar 200 meter dari tempat pengajian vespanya berhenti. Bensin benar-benar habis.
“Nah, benar kan. Kalo kamu tadi tidak sedekah, kamu bisa beli bensin dan tidak perlu mendorong motor,” syetan kembali menggoda, kali ini supaya pelaku sedekah menyesali perbuatannya.
Tapi subhanallah, orang ini hebat. “Mungkin emang sudah waktunya ndorong.” Meski demikian, matanya berkaca-kaca, “Enggak enak jadi orang susah, baru sedekah seribu saja sudah dorong motor.”
Baru sepuluh langkah ia mendorong motor, tiba-tiba sebuah mobil kijang berhenti setelah mendahuluinya. Kijang itu kemudian mundur.
“Kenapa, Mas, motornya didorong?” tanya pengemudi Kijang, yang ternyata teman lamanya.
“Bensinnya habis,” jawab lelaki itu.
“Yo wis, minggir saja. Vespanya diparkir. Ayo ikut aku, kita beli bensin.”
Sesampainya di pom bensin, temannya membeli air minum botol. Setelah airnya diminum, botolnya diisi bensin. Satu liter. Subhanallah, sedekah lelaki itu kini dikembalikan Allah dua kali lipat.
“Kamu beruntung ya” kata sang teman kepada lelaki itu, begitu keduanya kembali naik Kijang.
“Untung apaan?”
“Kita menikah di tahun yang sama, tapi sampeyan sudah punya 3 anak, saya belum”
“Saya pikir situ yang untung. Situ punya Kijang, saya Cuma punya vespa”
“Hmm.. mau, anak ditukar Kijang?”
Mereka kan ngobrol banyak, tentang kesusahan masing-masing. Rupanya, sang teman lama itu simpati dengan kondisi si pemilik vespa.
Begitu sampai… “Mas, saya enggak turun ya,” kata pemiliki Kijang. Lalu ia menerogoh kantongnya mengeluarkan sebuah amplop.
“Mas, titip ya, bilang ke istrimu, doakan kami supaya punya anak seperti sampeyan. Jangan dilihat di sini isinya, saya juga belum tahu isinya berapa,” bonus dari perusahaan itu memang belum dibukanya.
Sesampainya di rumah. Betapa terkejutnya lelaki pemilik Vespa itu. Amplop pemberian temannya itu isinya satu juta rupiah. Seribu kali lipat dari sedekah yang baru saja dikeluarkannya.
Sungguh benar firman Allah, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 261).
Sumber: indahnyasedekahanda.wordpress.com
=====================>><<=======>><<====================
Salurkan donasimu untuk #WakafPendidikan ke no rekening :
BCA 7750 333 090
BNI 80006 80009
CIMB NIAGA SYARIAH 5300 10025 4001
Mandiri 13000 5000 5050
#RumahYatim #Donasi #Sekolah #SahabatYatim
http://rumah-yatim.org
Minggu, 15 Mei 2016
KISAH DUA TUKANG SOL
Setelah sekian lama menabung akhirnya, tabungan pria ini sudah cukup untuk membiayai ibadah haji. Pagi itu sepeti biasanya, dia bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Hari itu dia melewati jalan sepeti biasanya, tapi ada sesuatu yang berbeda pagi itu. Bau harum dari sebuah rumah menggerakkan dia untuk mendekati kerumah itu. Setelah beberapa saat mengamati, ternyata ada seorang ibu yang sedang memasak daging untuk keluarganya, bau masakan yang harum membuat dia ingin mencoba masakan ibu itu. “Assalamu’alaikum, masakan anda harum sekali. Bolehkah saya mencicipi masakan anda? Sepertinya itu sangat nikmat?” kata sang pria. Sang ibu itu menjawab, ”maaf, tapi makanan ini halal untuk kami, tapi tidak halal untuk anda.” “Maksud anda?” Tanya sang pria heran. “Daging yang saya masak ini adalah bangkai keledai yang saya temukan dijalan kemarin.” Mendengar jawaban sang ibu pria ini kaget, timbul pertanyaan dalam dirinya bagaimana mungkin seorang ibu begitu tega memasak bangkai untuk makanan anak-anaknya. Selanjutnya sang pria berpamitan dan melanjutkan perjalananya. Pria ini mulai mencari informasi tentang keluarga yang dia temui tadi, dan pada akhirnya dia mendapatkannya. Jikalau keluarga ini mengalami masalah ekonomi, semenjak suaminya meninggal sang ibu merawat anak-anaknya sendiri dan menanggung biaya hidup keluarganya.
Dua bulan kemudian, musim haji tahun ini telah dimulai, para muslim dari seluruh dunia datang ke mekah untuk melaksanakan ibadah haji. Suasana ramai dan penuh semangat mengharap ridho Allah sangat terasa sekali. Penginapan haji mulai ramai dengan para tamu, yang ingin berkunjung ke tempat dimana hajar aswat berada. Malam itu semua peserta haji menikmati malamnya. Malam yang indah dan penuh kehangatan menghiasi kota di negeri arab itu. Malam itu ada seorang peserta haji yang bermimpi, dalam mimpinya dia bermimpi mendengar perbincangan antara Allah dengan malaikat. Dalam mimpinya diceritakan, jikalau pada musim haji tahun ini hanya ada satu orang yang menjadi haji mabrur. Orang itu bukanlah dirinya, tapi seseorang yang memiliki pekerjaan sebagai seorang tukang sol sepatu. Setelah dia terbangun dari mimpinya, sang pemuda ini ingin bertemu dengan orang yang di bicarakan menjadi haji mabrur. Saat masih di Arab dia mencari tukang sol sepatu, tapi dia tidak menemukannya meski dia sudah mencarinya kemana-mana.
Selesainya periode haji, sang pemuda masih penasaran dengan mimpinya dan melanjutkan pencariannya. Dalam hatinya dia bertekad untuk bisa bertemu dengan sang haji mabrur tersebut. Dan Allah menjawab keinginan dari pemuda ini. Setelah sekian lama dia mencari, ketemulah pemuda ini dengan tukang sol sepatu haji mabrur yang ada di mimpinya. Tak ingin membuang banyak waktunya lagi, sang pemuda mengajak tukang sol sepatu itu untuk berdiskusi. Maka pergilah kedua lelaki ini ke sebuah rumah makan untuk berbincang-bincang. Dengan penuh semangat sang pemuda menceritakan pengalamannya dan mimpinya ketika berangkat haji. Sang tukang sol sepatu dengan senyum lebar dan wajah yang berseri-seri, seakan kerinduannya ke tanah suci semakin besar mendengar cerita pemuda ini. Sampai pada saat pemuda selesai menceritakan mimpinya dan bertanya, “saya ingin tahu bagaimana cara anda bisa menjadi haji yang mabrur? Sungguh saya ingin sekali seperti anda.” Pria tukang sol sepatu itu bingung dengan pertanyaan sang pemuda, lalu dia menjelaskan, ”saya sebenarnya sangat rindu sekali ingin berangkat haji. Saya bahkan sudah menabung sekian lama agar bisa berangkat haji. Alhamdulilllah pada tahun ini tabungan saya cukup untuk biaya itu.
Tapi pada tahun ini saya tidak berangkat haji, jadi ketika anda tanya seperti itu saya tidak tahu harus menjawab menjawab apa.” Sang pemuda kaget dan melanjutkan petanyaannya, ”kenapa anda tidak jadi berangkat haji tahun ini?” Tukang sol sepatu itu menjelaskan, “beberapa bulan lalu saat saya berangkat bekerja, saya bertemu dengan seorang ibu yang sedang memasak daging. Masakannya harum dan saya kira itu pasti sangat nikmat. Tapi saat saya ingin mencoba makan sang ibu melarang saya. Dia mengatakan kalau makanan ini halal untuk dirinya tapi tidak halal untuk saya. Karena yang dia masak ialah bangkai keledai.
Sebenarnya ibu itu tidak tega untuk memberikan makanan itu untuk anak-anaknya, tapi kondisi ekonomi keluarganya yang memaksa dia melakukan perbuatan itu. Melihat hal itu saya tergerak, saya tidak tega melihat kondisi keluarga ini. Maka saya putuskan untuk mensedekahkan tabungan saya untuk keluarga ini.
Agar keluarga ini bisa makan dari makanan yang sehat lagi baik. Itulah kenapa tahun ini saya belum berangkat haji. Jadi saya minta maaf belum bisa memberikan jawaban atas pertanyaan anda.” Sepontan sang pemuda itu memeluk tukang sol sepatu itu, dia kagum dengan tindakan orang yang ada dihadapannya sekarang ini. “Subhanallah, Maha Besar Allah. Mungkin ini yang ingin diajarkan Allah dengan mimpi saya, meskipun anda tidak berangkat haji tahun ini. Tapi anda diberi ganjaran sebagai haji mabrur oleh Allah. Allahhu Akbar. Jadi maukah anda menemani saya untuk berangkat haji tahun depan? Saya sangat ingin sekali anda bisa merasakan nikmatnya melaksanakan rukun islam yang kelima .” Tukang sol sepatu itu merasa terharu dan gembira mendengar perkataan pemuda ini. Dan akhirnya tahun berikutnya kedua pemuda ini berangkat bersama untuk menunaikan ibadah haji. Cita-cita dari pria tukang sepatu pun terwujud. Subhanallah.
sumber : konnoyuki.blogspot.co.id
=============>><<==========>><<===================
#WakafPendidikan #RumahYatim #SahabatYatim #Donasi #Sekolah #Pendidikan #Infak
Minggu, 08 Mei 2016
Pentingnya Soft Skil dalam Kehidupan Profesional

SahabatRY tahukah kamu bahwa soft skill itu sangat penting dalam kehidupan profesional?
Psikolog kawakan, David McClelland bahkan berani berkata bahwa faktor utama keberhasilan para eksekutif muda dunia adalah kepercayaan diri, daya adaptasi, kepemimpinan dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Yang tak lain dan tak bukan merupakan soft skill.
Nah buat kamu yang masih pelajar atau mahasiswa, cobalah aktif dibanyak kegiatan seperti masuk organisasi OSIS, UKS, ROHIS, BEM, UKM dll. Karena melalui organisasilah kamu belajar mengelola emosimu dalam situasi dan kondisi tertentu. Dari sekian banyak kegiatan di sekolah atau kampus, kamu lebih aktif dimana ?
Psikolog kawakan, David McClelland bahkan berani berkata bahwa faktor utama keberhasilan para eksekutif muda dunia adalah kepercayaan diri, daya adaptasi, kepemimpinan dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Yang tak lain dan tak bukan merupakan soft skill.
Nah buat kamu yang masih pelajar atau mahasiswa, cobalah aktif dibanyak kegiatan seperti masuk organisasi OSIS, UKS, ROHIS, BEM, UKM dll. Karena melalui organisasilah kamu belajar mengelola emosimu dalam situasi dan kondisi tertentu. Dari sekian banyak kegiatan di sekolah atau kampus, kamu lebih aktif dimana ?
Rabu, 04 Mei 2016
Menangis menyehatkan jiwa.
Menangis adalah bentuk luapan emosi bagi manusia. Tidak ada salahnya dengan menangis, meski bagi sebagian orang menangis itu suatu perbuatan yang cengeng, namun tenyata menangis membuat emosi lebih stabisl dan tertata. Menangis memiliki banyak manfaat. Seperti dilansir vemale.com, Judith Orloff dalam jurnal Psichology Today mengungkapkan sebuah fakta yakni bahwa air mata membuat Anda sehat.
Air mata yang emosional akan megangkut racun-racun atau toksin ke luar tubuh. Ini berarti menangis juga bisa menjadi sarana untuk detoksifikasi alami, sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat dengan menangis. Penelitian juga mengungkapkan bahwa pria yang menangis cenderung lebih sehat dan bahagia.
Berikut adalah fungsi air mata yang dikeluarkan pada saat proses menangis berlangsung.
Pertama, air mata dapat membersihkan bola mata. Seperti yang sudah banyak diketahui, fungsi air mata adalah melindungi bola mata serta membersihkannya secara alamiah. Ada air mata yang refleks keluar, ada pula yang dikeluarkan secara emosional. Dengan menangis, maka bola mata akan dibersihkan secara otomatis oleh air mata. Kotoran dalam mata akan ikut keluar besamaan dengan keluarnya air mata. Inilah yang menyehatkan bagi mata kita.
Kedua, menangis membuat kita sadar akan sisi kemanusiaan dalam diri kita. Air mata dapat keluar dengan sendirinya kala kita merasakan haru, sedih, bahagia, stress, dan sebagainya. Ungkapan melalui tangisan akan membuat kita sadar bahwa manusia memiliki sifat naluri yang sama. Bisa tersentuh perasaannya.
Ketiga, menangis membuat perasaan lega. Semakin kita mencurahkan emosi dengan menangis, akan membuat perasaan plong. Sistem imun dalam tubuh juga akan lebih terjaga apabila kita sanggup mengungkapkan emosi kita melalui air mata. Menangis membuat perasaan menjadi lebih baik.
Nah, kini anda telah mengetahui manfaat airmata atau menangis. Menangis bukan berarti Anda lemah, malah dengan menangis Anda akan lebih kuat. Menangis akan menguatkan jiwa anda yang rapuh karena tekanan masalah yang berat dalam hidup.
Sejatinya, tangisan terbaik hadir saat kita berserah diri kepada Allah Swt, dimana kita akan mengeluarkan energi-energi negatif dan racun-racun di dalam tubuh melalui air mata yang emosional. Menangislah di tempat yang tepat, yakni saat bersujud kepada-Nya
sumber : fimadani.com
http://rumah-yatim.org
Pertama, air mata dapat membersihkan bola mata. Seperti yang sudah banyak diketahui, fungsi air mata adalah melindungi bola mata serta membersihkannya secara alamiah. Ada air mata yang refleks keluar, ada pula yang dikeluarkan secara emosional. Dengan menangis, maka bola mata akan dibersihkan secara otomatis oleh air mata. Kotoran dalam mata akan ikut keluar besamaan dengan keluarnya air mata. Inilah yang menyehatkan bagi mata kita.
Kedua, menangis membuat kita sadar akan sisi kemanusiaan dalam diri kita. Air mata dapat keluar dengan sendirinya kala kita merasakan haru, sedih, bahagia, stress, dan sebagainya. Ungkapan melalui tangisan akan membuat kita sadar bahwa manusia memiliki sifat naluri yang sama. Bisa tersentuh perasaannya.
Ketiga, menangis membuat perasaan lega. Semakin kita mencurahkan emosi dengan menangis, akan membuat perasaan plong. Sistem imun dalam tubuh juga akan lebih terjaga apabila kita sanggup mengungkapkan emosi kita melalui air mata. Menangis membuat perasaan menjadi lebih baik.
Nah, kini anda telah mengetahui manfaat airmata atau menangis. Menangis bukan berarti Anda lemah, malah dengan menangis Anda akan lebih kuat. Menangis akan menguatkan jiwa anda yang rapuh karena tekanan masalah yang berat dalam hidup.
Sejatinya, tangisan terbaik hadir saat kita berserah diri kepada Allah Swt, dimana kita akan mengeluarkan energi-energi negatif dan racun-racun di dalam tubuh melalui air mata yang emosional. Menangislah di tempat yang tepat, yakni saat bersujud kepada-Nya
sumber : fimadani.com
http://rumah-yatim.org
Senin, 02 Mei 2016
ANAK KECIL YANG TAKUT KEPADA ALLAH

Suatu hari Abu Yazid al-Busthami menunaikan shalat tahajud. Tiba-tiba anaknya yang masih kecil berdiri shalat di sampingnya. Abu Yazid merasa kasihan melihat anaknya yang masih kecil itu ikut shalat bersamanya, karena umumnya anak-anak kecil seusianya tidur di saat malam yang larut, apalagi malam itu udara terasa begitu dingin, orang-orang dewasa pun akan merasa berat meninggalkan tempat tidur mereka.
Abu Yazid berkata pada anaknya, “Tidurlah wahai anakku, malam masih panjang.”
Anaknya menjawab, “Lalu mengapa ayah shalat?”
Abu Yazid mengatakan, “Anakku, aku memang dituntut untuk shalat malam.”
Anaknya malah menjawab dengan hafalan ayat Alquran yang ia hafal, “Aku telah menghafal sebagian firman Allah yang berbunyi ‘Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa kamu berdiri shalat kurang dari dua pertiga malam atau seperdua malam atau sepertiganya dan demikian pula segolongan orang-orang yang bersama kamu (Nabi)’. Lalu siapa orang-orang yang berdiri shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Abu Yazid menjawab, “Tentu saja para sahabat beliau.”
Anak Abu Yazid kembali mengatakan, “Jangan menghalangiku untuk meraih kemuliaan menyertaimu dalam ketaatan kepada Allah.”
Abu Yazid dengan penuh kekaguman berkata, “Anakku kamu masih bocah dan belum mencapai usia dewasa.”
Anaknya menjawab, “Ayah, aku melihat ibu sewaktu menyalakan api dia memulai dengan potongan-potongan kayu kecil untuk menyalakan kayu-kayu yang besar. Maka aku takut Allah memulai dengan kami para anak kecil sebelum orang-orang dewasa pada hari kiamat nanti, jika kita lalai dari ketaatan kepada-Nya.”
Abu Yazid pun tersentak dengan ucapa anaknya itu dan kagum dengan rasa takut kepada Allah yang dimiliki anaknya walaupun masih sangat kecil. Abu Yazid berkata, “Anakku berdirilah. Kamu lebih berhak dengan Allah daripada bapakmu.”
Maha Suci Allah, yang mengubah keadaan. Hari ini anak-anak kita jauh dari Allah, mereka sibuk dengan hal-hal yang menjauhkan mereka dari Allah dan terbiasa dengan akhlak dan budi pekerti yang rendah. Kalau generasi dahulu sejak kecil mereka telah mengenal ketaatan, mungkin tidak berlebihan apabila kita katakan anak-anak sekarang sejak kecil telah mengenal kemaksiatan kecuali yang diselamatkan oleh Allah. Oleh karena itu, para orang tua hendaknya menjadi teladan bagi anak-anak mereka, mencontohkan perbuatan ketaatan, dan menjauhkan mereka dari acara-acara dan program yang memuat akhlak yang hina, karena anak-anak meniru apa yang mereka saksikan.
Mudah-mudahan Allah memberi taufik kepada kita dan keluarga kita untuk selalu menaatinya.
Sumber: kisahmuslim.com
=================>><<=====
#WakafPendidikan #RumahYatim #Donasi #Sekolah #Quran #SahabatYatim
http://rumah-yatim.org/
Langganan:
Komentar (Atom)

